Skip to main content

Fakta Petani Tebu


Rencana penutupan 9 pabrik tebu di Jawa Timur sampai didengar asosiasi petani tebu. Jika benar-benar akan ditutup, petani akan siap membeli dan mengelola pabrik tebu sendiri.

Kabarnya, tahun 2017 nanti akan ada 9 pabrik gula yang akan ditutup, semuanya dibawah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X dan PTPN XI. Diantaranya pabrik gula Watoetoelis, Toelangan, Rejosari, Kanigoro dan Purwodadi. Di Kediri juga ada pabrik gula Maritjan. Di Ponorogo ada pabrik gula Pandji, Olean dan Wringinanom.

"Kita sebagai petani bisa mengelola pabrik sendiri. Bisa dengan bagi hasilnya. Aku yang beli. Sebagai investasi. Kalau pabriknya benar-benar ditutup. Kemana lagi petani mengirimkan barangnya?," kata Mubin, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) PT Perkebunan Nusantara (PN) X Jawa Timur, wilayah pengiriman Gempolkerep, Kabupaten Mojokerto, usai seminar nasional di Kampus Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Kamis (15/13/2016).

Mubin menegaskan bahwa selama ini kendala dari petani tebu yaitu bantuan modal tanam tebu. Sehingga mengakibatkan rendemen tebu semakin rendah. Bisa juga rendahnya rendemen diakibatkan oleh cuaca.

"Rendemen rendah tergantung cuaca dan pola tanaman. Selama ini, pola tanam terkendala kredit ketahanan pangan (KKP). Pinjaman KKP dari pemerintah tidak tepat waktu. Tidak ada jadwal yang jelas pinjaman KKP melalui Koperasi petani yang dipinjamkan ke anggota. Jika tepat waktu saya yakin produksi akan meningkat," imbuhnya.

Bambang, Kepala Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, mengatakan bahwa hasil perkebunan menjadi kebutuhan kebutuhan rakyat Indonesia. Ada cengkeh, kepala sawit, kalau, kopi dan tebu.

"Perkebunan ini untuk menjamin hajat hidup masyarakat banyak. Kalau perkebunan salah mengurusnya untuk memulihkannya bisa menghabiskan anggaran yang mahal," imbuhnya.

Dengan rencana pemerintah menutup pabrik gula itu sebenarnya untuk mencari penyelesaian meningkatkan kesejahteraan petani. Selama ini, kurang adanya kerjasama anatar petani dan industri.

"Rendemen itu bisa dari banyak faktor. Bisa dari industri, dari petani dalam pemeliharaan, bagaimana distribusinya dari sawah ke industri dan kalau cuaca buruk juga bisa. Maka tidak bisa menyalahkan industri, tapi juga petani agar komitmen dalam bertanam dan agar petani komitmen bersama industri untuk saling menghargai," katanya.

Sumber: tribunnews

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…