Skip to main content

Eka Gumilar Gagas Berdirinya Bank Syariah 212 dan Minimarket 212 Tersebar di Indonesia



Semangat persatuan dan perdamaian yang telah ditunjukkan oleh umat Islam Indonesia menginspirasi Eka Gumilar, untuk menyerukan kepada para pengusaha Muslim agar bersatu memikiran dan mewujudkan secara serius ide pembentukan bank syariah 212 atau koperasi syariah, juga membuat minimarket 212 yang tersebar diseluruh tanah air.

Diaku Eka, ini baru gagasan dan pasti memiliki banyak hambatan, tapi Eka yakin bahwa umat islam akan kompak, bergandengan tangan mewujudkannya.

Eka juga menegaskan di akun @ekagumilars bahwa semangat persatuan Umat Islam ini harus diaplikasikan dalam bentuk nyata dalam berbagai bidang, termasuk memperkuat ekonomi umat. Dan sejalan dengan program pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan dan menggairahkan dunia usaha terutama UMKM.

Penguasaan ekonomi oleh segelintir orang harus dikurangi, dan kesejahteraan harus merakyat!

Ketika ditanya apa langkah awalnya untuk mewujudkan ini? Eka mengatakan :”kita menghadap para ulama, MUI, dan pemimpin umat untuk memohon masukan dan support, lalu kita meminta dukungan pemerintah dan kemudian mengurus perizinan dan legalitas. Setelah selesai, kita akan lounching dengan mengajak masyarakat ikut membeli saham. Semua tahapan tentu harus kita mulai dan perhitungkan dengan matang, karena itu kita menggandeng dan mengajak kawan-kawan pengusaha muslim untuk memberikan saran dan masukannya.”

Kedepan tidak mustahil kita akan mampu memiliki usaha sebagai pengembang 212.

“Jika kita niat baik, dan tujuannya untuk kesejahteraan umat, Insya Allah akan selalu ada jalan keluar dari masalah yang mungkin dihadapi”.

Jika kita tidak berani bermimpi dan kemudian bertekad mewujudkannya, mau kapan kita bangkit?? tegas Eka Gumilar.

“Saya sendiri tidak punya modal apa-apa, tapi saya punya Allah dan kawan-kawan umat muslim yang pasti tergerak membantu mewujudkan harapan umat untuk mandiri secara ekonomi dan kuat, berjaya dinegeri sendiri!”tegas Eka.

Bagi rekan pengusaha, kawan-kawan, yang tertarik untuk memberi masukan bisa menghubungi,

Email: eka.gumilar@yahoo.com [bataranews]

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…