Skip to main content

Eka Gumilar : 212 MOMENTUM Umat Islam Bangkit Secara Ekonomi


212 merupakan fenomena sejarah umat manusia, dimana pertama kali dalam sejarah umat manusia, Umat Islam mengadakan Shalat jumat bersama yang dihadiri  oleh 7,5 juta umat.

Berbagai kisah mengharukan banyak ditemui pada 212, baik perjuangan menuju Jakarta, seperti yg dilakukan saudara-saudara kita dari Ciamis yang rela berjalan kaki ratusan kilometer, maupun kejadian mengharukan ketika melaksanakan shalat yang dibarengi hujan, dan doa doa dari para pemimpin umat yang sangat menyentuh hati semua umat Islam yang hadir.

Disinilah symbol persatuan umat Islam Indonesia,yang dikagumi dunia. Bayangkan, jutaan manusia berkumpul dalam keikhlasan, kedamaian tanpa ada kejadian yang tidak diharapkan.

Sehari setelah 212, Eka gumilar menggagas ide berdirinya koperasi 212, bank syariah 212 minimarkert 212 dan usaha yang mengunakan spirit 212, hal tersebut untuk mengingatkan umat muslim Indonesia untuk bersatu bangkit secara ekonomi, tidak hanya menjadi umat yg konsumtif tapi bagaimana bisa memajukan.ekonomi dan menguasai berbagai peluang.

Eka gumilar, kesehariannya dikenal sebagai konsultan property,dan merupakan ketua komunitas BARA API ( barisan putra putri Indonesia ) yg giatmengkampanyekan persatuan dan semangat sumpah pemuda.

“Saya tidak punya kekuatan modal,dan hanya rakyat biasa,tapi saya belajar dari saudara-saudara saya di Ciamis saat 212, ketika ada niat,maka lakukan saja yg bisa dilakukan, peluang dan pertolongan akan datang, karna Allah. Akan menolong orang yg berniat baik” ungkap Eka gumilar.

“Ketika kita bermimpi,lalu mimpi kita harus disesuaikan dengan kantong kita, maka kita tidak pernah punya impian yang tinggi. bermimpilah, namun kita harus berani bayar harga untuk mewujudkannya, dengan kerja keras, pantang menyerah dan berdoa ” jelas eka lagi.

Eka mengharapkan bisa mengetuk para pengusaha dan pemimpin umat untuk menyambut gagasannya ,agar bisa berdiri koperasi 212 yang bisa membantu banyak rakyat muslim. Indonesia terutamanya dalam bidang UMKM agar roda ekonomi bergerak dan berujung Indonesia menjadi bangsa yang kuat.

Saat ini ekonomi masih dikuasai segelintir konglomerat, sehingga perlu adanya upaya pemerataan kesejahteraan agar tidak ada kesenjangan yang terlalu jauh. Kekuatan ekonomi yang dikuasai asing juga harus dikurangi, karna ini membuat kehormatan bangsa kita dipertaruhkan. Faktanya mereka yang merasa kuat secara modal dan ekonomi akan ikut mempengaruhi setiap kebijakan pemerintahan, sehingga kadang pemerintah terkesan kurang pro rakyat kecil. “Karna itu umat Islam harus bersatu,jangan terkotak kotak “tegas eka.

Mulailah dengan hal sederhana,insyaallah akan besar dan menjadi solusi mensejahterakan umat.

Ketika ditanya apakah Eka akan membiarkan gagasannya ini dikerjakan dan dilakukan orang lain? Eka tegas menjawab ” bagus itu,silahkan saja semua membangun umat bersama,tapi alangkah lebih baik kita bernaung diwadah yang sama,karena ingat 212 itu simbol persatuan ”

Eka juga mengagendakan silaturahmi pada pemimpin umat Islam seperti Habib Riziek, ust Bachtiar natsir, Aa gym,ust Arifin ilham dan lin-lain untuk meminta masukan dan arahan mereka, selain para ekonom dan ahli ekonomi syariah.

“Bukan bermaksud mendahului para senior, tapi saya dan kawan kawan hanya menangkap momentum ini, dan bekerja dulu…pada akhirnya kami kan lakukan evaluasi dan perbaikan menyeluruh”ungkap eka.

Koperasi syariah 212 sudah digulirkan , bahkan eka dan team juga sedang membangun market place, belanja212.com yang tidak lama lagi akan bisa diakses.

“Saya belajar untuk melakukan dulu ide sesederhana apapun, kemudian lakukan perbaikan-perbaikan” itu lebih baik daripada kita merencanakan sesuatu yang hebat namun sebatas rencana karena kita mau yang perpect.”

Diakhir wawancara eka gumilar berharap,semua tokoh bangsa,tokoh agama utamanya,pengusaha pengusaha muslim bisa mendukung ide ini hingga bisa terlaksana dan bisa menjadi solusi umat untuk bangkit secara ekonomi dan hidup lebih berkualitas.

Bagi rekan pengusaha/wiraswastawan yang mau support menjadi mitra usaha bisa menghubungi ekagumilar212@gmail.com.

Sumber : bataranews

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…