Skip to main content

Ealah.....Sidang Perdana, Ahok Malah Tak Pernah Bersalah Malah Cari Kambinghitam

ilustrasi



Penasaran saya lihat video yang katanya Ahok nangis.

Ada point yang saya catat :

1. Ahok menuduh adanya elit dan politisi yang memelintir Q.S al-Maidah : 51 demi kepentingan politiknya.

Catatan : Ayolah Pak Ahok, sebutkan siapa elitnya. Bertanggungjawab lah, jangan bercerita secara anonim. Itu tak bertanggungjawab. Itu membuat orang membuat sosok imajiner dalam cerita itu.

2. Ahok bertanya pada teman-teman muslimnya arti Q.S. al-Maidah : 51, kata teman-temannya itu ayat tersebut maksudnya adanya orang muslim yang
bersekongkol dengan Yahudi dan Nasrani ingin membunuh Nabi Muhammad s.a.w.

Catatan : Come on Pak Ahok, siapa yang mengajarimu tafsir yang menyesatkan itu ? Siapa nama temanmu itu ? Tidak ada Nasrani di kota Madinah saat itu, hanya ada Yahudi.

Pidato Ahok (Nota Keberatan) tersebut lebih banyak berisi pengkambinghitaman terhadap apa yang dia sebut "oknum elit yang pengecut" tanpa berani menyebut nama-nama yang dimaksud.

Bagi saya, pidato tersebut tak lain hanyalah sekumpulan apologi, justifikasi dari orang yang tak pernah merasa bersalah dan pengkambinghiataman terhadap sosok-sosok yang anonim dan imajiner yang menurut saya sangat tidak bertanggungjawab.

Sama sekali tak ada yang berubah darinya, dia tetap selalu merasa yang paling benar.

(Rudi Wahyudi)

sumber: portalpiyungan

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…