Soal ujian akhir semester SMP Muhammadiyah 1 Purbalingga, Jawa Tengah, mengungkit calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga, Ahmad Muhdzir, menyayangkan dalam materi soal nomor 48 dirasa kurang mendidik lantaran menarik persoalan politik ke ranah pendidikan.

Apalagi dalam materi soal tidak berhubungan sama sekali dengan kurikulum mata pelajaran Tarikh yang lebih membahas soal sejarah perkembangan Islam.

"Sudah dikonfirmasi semuanya oleh Bupati kepada yang bersangkutan. Agar kejadian serupa tak terulang lagi," kata Muhdzir kepada wartawan pada Jumat (9/12/2016).

Selain soal nomor 48, Muhdzir menyayangkan pertanyaan soal nomor 50 karena ada penyebutan kata kafir yang disandingkan dengan nama partai tertentu dalam pilihan jawaban.

Muhdzir mengatakan Kemenang punya program pembinaan terhadap guru pendidikan agama Islam. Pihaknya selalu menanamkan nilai-nilai toleransi untuk menangkal masuk paham radikalisme di dunia pendidikan.

"Sepertinya guru itu belum ikut dalam pembinaan kami. Dan mata pelajaran itu masuk muatan lokal, sehingga soalnya yang membuat dari pihak internal," beber dia.

Pada soal nomor 48 tersebut berbunyi, "Siapakah nama calon gubernur Jakarta yang melecehkan Alquran saat ini?"

Di bawah pertanyaan itu tersedia pilihan jawaban, A. Paijo B. Ahik C. Ken Ahok D. Basuki Candra (Ahok).

Ujian mata pelajaran Tarikh itu diperuntukkan untuk kelas IX pada Jumat, 2 Desember 2016. Ada 50 soal pilihan ganda dan lima soal dengan jawaban terbuka.

Selain soal nomor 48, terdapat soal lain yang kontroversial pada lembar soal itu, yakni soal nomor 50.


Soal tersebut berbunyi, partai politik yang tidak mengenal Islam bahkan memusuhinya adalah: A. PPP, B. PAN, C. SI, dan D. PKI Kafir. [tribun]
Share To:

Portal Dunia

Post A Comment: