Skip to main content

Dengar Sidang Keberatan Ahok, MUI Sumbar: Ternyata Terungkap, Semua Itu Dilakukan untuk Membuat Mereka Berkuasa ditengah Mayoritas Umat Islam


Wahai umat Islam !

Dengarkanlah keberatan penista agama dengan menyebut segala kebaikan (menurutnya) yang pernah diberikannya kepada kaum muslimin.

Membangun masjid, hadiah umrah, bantuan ke pesantren atau apapun mereka jadikan alasan untuk menutupi niat mereka.

Alhamdulillah akhirnya semua terungkap !

Ternyata semua itu mereka lakukan hanya untuk membungkam umat Islam atas apa saja yang akan mereka perbuat dan untuk membuat umat Islam membiarkan mereka berkuasa di tengah mayoritas kaum muslimin dan juga untuk menjauhkan umat Islam dari menjadikan ayat Al-Qur'an sebagai pegangan hidup.

Padahal kalau dipertanyakan lebih jauh, uang siapakah yang ia berikan itu ? Bukankah sebagian besarnya adalah uang rakyat atau mungkin keseluruhannya ?

Itu bukan kebaikannya (dari sudut pandang bernegara) tapi itu adalah kewajibannya untuk melayani rakyat !

Dalam pandangan syari'at, itu bukan amal shalih karena tidak ada arti perbuatan baik tanpa iman.

Tidakkah kaum muslimin mengambil petunjuk dari kisah paman Nabi saw 'Abbas Ibn 'Abdul Mutthalib yang membanggakan kebaikannya di masa jahiliyyah ?!

Ternyata, amalan itu tidak dipandang oleh Allah swt sebagaimana dalam ayat 19 surat al-Taubah:

{۞ أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ الْحَاجِّ وَعِمَارَةَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ كَمَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ لَا يَسْتَوُونَ عِندَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ} [التوبة : 19]

"Apakah (orang-orang) yang memberi minuman orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta bejihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang zhalim". (QS. al-Taubah 9:19)

Bahkan penyamaan sumbangan si أهوك dengan shadaqah apalagi zakat merupakan pelecehan lagi terhadap syari'at Islam.

Si أهوك dan pembelanya ini semakin bicara malah semakin terjerat seperti mangsa tersangkut jaring laba-laba.

Melihat semua ini, umat Islam harus bangkit mengawal peradilan ini agar jangan melukai lagi rasa keadilan umat Islam !

Di samping itu, mudah-mudahan umat Islam bisa mengambil pelajaran berharga agar jangan lagi mau merendahkan harga diri dan marwah umat Islam dengan menadahkan tangan kapada kaum kafir.

Jelaslah sudah !

Pemberian-pemberian itu membawa maksud yang berbahaya untuk 'izzah Islam dan kaum muslimin !

"Mereka ulurkan sabinjek namun mereka kauik saganggam"

Hari ini mereka memperlihatkan kebenaran firman Allah dalam ayat 51 surat al-Maidah:

....بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ...

"...sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain...". (QS. al-Maidah 5:51)

Tapi tak usah cemas wahai umat Islam !

Persatuan mereka hanyalah bagikan perumpamaan yang dibuat oleh Allah swt dalam firman-Nya:

{مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا ۖ وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنكَبُوتِ ۖ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ} [العنكبوت : 41]

"Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui". (QS. al-'Ankabut 29:41)

Disamping pengawalan, jangan berhenti bermunajat kepada Allah swt agar para penegak keadilan dalam persidangan itu, diluruskan hati dan lidah mereka kepada yang haq dan bila mereka tetap membela penista Al-Qur'an maka mohonkanlah kepada Allah swt agar menegakkan keadilan-Nya ke atas mereka yang berkhianat kepada umat Islam tersebut !

Allahumma amiin.

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…