ilustrasi

MOJOKERTO - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur (Jatim) mendadak melakukan tes urine puluhan pejabat di lingkup Pemkab Mojokerto, Selasa (13/12/2016). Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya penggunaan narkoba di kalangan pejabat pemkab.

Pantauan Okezone, tes urine tersebut dilakukan sekira pukul 09.00 WIB. Sontak, rombongan BNNP Jatim tanpa diduga tiba di kantor Pemkab Jombang. Usai menyerahkan surat perintah, petugas langsung meminta pejabat di Pemkab Mojokerto melakukan tes urine.

Tidak ada yang lolos dalam tes urine dadakan ini. Tak hanya penjabat dengan ekselon II dan III, bupati Mustofa Kamal Pasha, Wabup Pungkasiadi serta Sekda Mojokerto Heri Suwito turut serta melakukan tes urine.

Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasha (MKP) mengatakan, tes urine ini dilakukan untuk menghindari adanya penyalahgunaan narkoba di kalangan pejabat. "Seluruh SKPD (Satuan Perangkat Kepala Daerah) dan camat kita lakukan tes urine hari ini," kata Mustofa kepada awak media, Selasa (13/12/2016).

Mustofa menambahkan, pemerintah mestinya memberikan contoh yang baik kepada masyarakat agar bebas dari narkoa. Bahkan, tes urine ini akan rutin dilakukan setiap tiga bulan sekali. "Kita berikan contoh yang baik. Jangan sampai di pemda ini ada pejabat yang menggunakan narkoba," tambahnya.

Disinggung terkait jika ada pejabat pemkab yang hasil tes urinenya positif dan terindikasi narkoba, pria yang akrab disapa MKP ini mengaku tidak akan memberikan sanksi. "Ini kan pencegahan. Sing lara ayo diobati ojo tambah di delep-delepno, matek engko (yang sakit mari diobati, jangan dijebloskan, nanti mati)," tambahnya.

Sementara itu, dari 60 pejabat yang mengikuti tes urine kali ini, belum diketahui berapa pejabat yang terindikasi narkoba. Sayangnya, saat hendak dikonfirmasi awak media, petugas BNNP Jatim enggan untuk memberikan komentar. "Satu pintu saja ya, melalui pemkab," kata Anas, salah seorang petugas.

Sumber: okezone
Share To:

Portal Dunia

Post A Comment: