Cara Mengahdapi Si Kecil Yang Mimpi Buruk...


Situasi tengah malam, si kecil berteriak-teriak, meronta, hingga menangis tapi matanya tetap terpejam. Teror mimpi buruk sering dialami anak-anak hingga membuat orangtua kaget dan khawatir.

" Mimpi buruk ini biasanya terjadi pada dua hingga tiga jam sebelum anak masuk ke fase tidur terdalamnya. Begitu juga ketika masuk ke fase dari tidur terdalam ke tidur ringan. Pada waktu transisi inilah mimpi buruk biasanya muncul," ujar Dina Kulik, seorang Dokter anak asal Toronto.

Meskipun transisi ini biasanya lancar, kadang kala kondisi emosi atau fisik anak yang tidak baik, membuatnya mengalami mimpi buruk. Mimpi buruk terjadi ketika anak sangat terlelap, tak heran keesokan harinya mereka tidak ingat yang terjadi semalam.

" Mimpi buruk disebabkan dari rangsangan berlebihan di sistem saraf pusat. Kelelahan, perubahan drastis, demam, sakit atau konsumsi obat-obatan tertentu bisa jadi pemicu dan meningkatkan risiko munculnya mimpi buruk. Biasanya kondisi ini terjadi pada anak usia 3 dan 12 tahun, saat sedang mengalami pertumbuhan yang pesat," kata Kulik.

Dokter Dina Kulik menyarankan, jika anak mengalami mimpi buruk hingga berteriak atau menangis, jangan mencoba membangunkannya. Temani anak di tempat tidurnya dan usap-usap punggungnya, pastikan juga ia tak menyakiti diri sendiri.

Biasanya setelah beberapa menit, anak akan tenang kembali. Untuk menghindari mimpi buruk, pastikan anak tidur teratur dan tidur cukup. Pada anak-anak usia 3 tahun ke atas butuh tidur sekitar 10 hingga 12 jam setiap hari. Jika mimpi buruk terus berulang selama satu minggu segera konsultasikan dengan dokter anak.

Sumber: dream