Skip to main content

Bunda, Yukz Mengenal Kejeniusan Pada Si Kecil


Anak jenius merupakan anak yang dianugerahi level intelektual tinggi dibandingkan rata-rata anak seusiannya. Kejeniusan ini sebenarnya sudah bisa terlihat ketika anak masih di bawah usia lima tahun.

Ketika sekolah biasanya mereka akan mudah bosan dengan pelajaran yang diberikan, karena merasa kurang 'menantang'. Bagaimana cara mengetahui apakah anak termasuk anak jenius atau bukan? Menurut National Association for Gifted Children, terdapat 6 tanda yang menonjol pada anak jenius.

1. Ingatan detail
Anak jenius memiliki ingatan yang sempurna. Contohnya ketika ia ingat bahwa Anda telah memberinya menu nasi goreng tiga kali dalam seminggu. Atau, ia ingat berapa kali dalam satu bulan memakai kemeja hitam.

2. Berbicara dengan baik di usia dini
Anak yang sudah dapat berbicara di usia dini dan memiliki kosa kata yang cukup banyak, juga bisa jadi tanda kalau ia termasuk jenius. Ketika bayi berusia 15 bulan tentu saja hanya bisa mengucapkan beberapa kata, namun berbeda halnya jika ia dapat berbicara dengan kalimat yang sempurna di usia tersebut.

3. Bertanya tentang hal yang rumit
Anak seringkali melontarkan pertanya rumit dan bukan sekedar 'mengapa'. Contohnya ketika anak bertanya, kenapa sapi lompat melebihi tinggi bulan ?

4. Memiliki fokus yang baik
Pada anak balita, mereka cenderung belum bisa fokus. Jika ia sudah bisa fokus cukup lama, misalnya saat menonton kartun selama lebih dari satu jam tanpa melakukan hal lain, bisa jadi tanda jenius.

5. Ketertarikan pada banyak hal
Anak jenius juga cenderung memiliki ketertarikan dengan banyak hal seperti menyukai musik, yoga, dan mainan balok.

6. Memiliki kepekaan lebih
Idealisme dan juga kepekaan anak jenius cenderung tinggi, terutama terkait keadilan untuk dirinya sendiri. Contohnya ketika ia merasa diperlakukan tidak adil dengan adiknya, anak bisa 'melawan' dengan sangat baik melalui argumentasinya.

Untuk mengetahui lebih lanjut, orangtua bisa berkonsultasi dengan psikolog anak. Nantinya akan diberikan tes khusus untuk mengetahui level IQ anak. Dari situ akan diketahui secara jelas, apakah si kecil termasuk anak jenius atau bukan.

Sumber: dream

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…