Skip to main content

Bunda, Perhatikan 4 Hal Ini agar Kondisi Tubuh Kembali Normal Pasca Jalani Operasi Caesar

ilustrasi

Proses operasi caesar cenderung cepat, jika tak ada keluhan baik pada ibu dan bayi. Tetapi untuk pemulihan, memang memakan waktu lebih lama dibandingkan persalinan normal.

Biasanya rasa sakit pada jahitan yang membuat pemulihan jadi memakan waktu. Untuk pemulihan lebih cepat ada trik yang bisa Sahabat Dream lakukan. Tentunya agar kondisi tubuh kembali normal dalam waktu yang tak terlalu lama sehingga Anda bisa merawat bayi lebih maksimal.

1. Jangan anti obat nyeri
Kulit dan daging Anda sudah terkena pisau bedah dan jahitan. Rasa sakit pastinya jadi konsekuensi, untuk itu jangan anti terhadap obat nyeri karena akan membuat Anda jadi lebih nyaman.

Dokter pasti memberikan obat yang aman untuk ibu menyusui. Jangan segan untuk berkonsultasi jika rasa nyeri tak kunjung hilang atau muncul masalah di jahitan operasi.

2. Mencoba bergerak
Semakin cepat beranjak dari tempat tidur, lebih baik. Dengan bergerak sedikit demi sedikit, otot jadi lebih kuat. Namun, berhati-hatilah dan minta didampingi jika Sahabat Dream merasa belum terlalu kuat untuk melakukan aktivitas sendiri. Perlahan tapi pasti, belajarlah untuk bergerak dari tempat tidur.

3. Minta bantuan
Jangan mencoba dan menjadi 'supermom'. Setelah operasi Sahabat Dream butuh bantuan, bukan hanya untuk mengurus bayi tapi juga aktivitas sehari-hari. Pastikan mencari bantuan sebelum si kecil lahir agar Anda tak kelelahan dan cepat pulih. Bantuan bisa berupa dari kerabat atau merekrut asisten rumah tangga atau baby sitter.

4. Bentuk 'tim' yang solid
Pastikan Anda dan pasangan menjadi tim yang solid. Jangan segan untuk meminta bantuannya dan dari jauh-jauh hari, beri tahu pasangan apa saja yang Anda dan si kecil butuhkan. Sementara Anda bisa beristirahat, biarkan pasangan yang mengatur rumah dan mengurus si kecil. Hal ini penting agar emosi dan kondisi psikologis tetpa stabil dan terhindar dari depresi pasca melahirkan.

Sumber: dream

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…