Skip to main content

Bun, Begini Cara Mengasuh Anak Supaya Lebih Pintar...


Mengasuh dan mendidik anak memang sebuah tanggung jawab besar orang tua. Pastinya harapan semua orang tua adalah buah hati bisa tumbuh jadi anak yang sehat dan cerdas. Agar anak bisa tumbuh jadi pintar dan cerdas ada sejumlah cara yang bisa dilakukan.

Setidaknya ada lima tips dasar soal mengasuh anak agar bisa tumbuh pintar. Tips-tips dasar pun sangat mudah dan bisa langsung dicoba. Selengkapnya, yuk ikuti penjelasan lebih detailnya di sini, Bunda.

    Gunakan Jari Telunjuk

    Dikutip dari familyshare.com, menurut penelitian yang dipublikasikan di Infant Behavior & Development, balita bisa lebih cepat belajar dan memahami bahasa ketika orang tua menunjuk objek sambil menyebutkan namanya. Dengan kata lain, untuk membantu anak mengembangkan kemampuan berkomunikasinya, gunakan bahasa tubuh yang jelas soal benda yang sedang dibicarakan atau bermain game menunjuk benda lalu menyebutkan namanya.
  
 Gunakan Intonasi Tinggi Saat Berbicara
    Menurut penelitian yang pernah dilakukan di Boston University, berbicara dengan bayi menggunakan tata bahasa yang disederhanakan dan intonasi tinggi yang dilebihkan bisa membantu meningkatkan kemampuannya mengingat kata lebih baik daripada jika diajak bicara dengan cara datar. Saat berbicara atau mengajak ngobrol si kecil, tak apa untuk sedikit mendramatisir kata atau kalimat yang digunakan. Misalnya, "Wah, kupu-kupu itu cantiiiiik sekaliiiii." Dengan begitu, kemampuan berbahasa anak bisa jadi lebih baik.

    Biarkan Anak-Anak Makan Berantakan

    Ada penelitian yang menarik, nih. Jadi menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Developmental Science, balita yang membuat makanannya berantakan itu bisa mengembangkan kemampuan berbahasanya lebih cepat daripada yang tidak suka bikin berantakan. Kenapa bisa begitu? Para ilmuwan memiliki hipotesis bahwa anak-anak mungkin akan merasa sedikit kesulitan mengenali objek yang bentuknya susah dipegang (seperti susu atau saus) tapi proses memegang objek tak padat membantu mereka bisa belajar cara membedakan masing-masing objek. Anak-anak bisa belajar sesuatu dari kegiatan mereka yang suka membuat makanan berantakan.

    Jangan Langsung Memberikan yang Anak Minta

    Sebagai contoh, jangan langsung memberikan anak jajanan atau permen setiap kali ia meminta. Memanjakan anak setiap waktu malah bisa berdampak kurang baik. Ajarkan anak soal kesabaran dan kemampuan untuk mau menunggu. Dengan begitu, ia akan tumbuh dengan kemampuan kognitif dan akademis yang lebih baik.

    Izinkan Anak Menonton Acara di TV


    Ternyata kegiatan menonton televisi bisa jadi sarana anak untuk belajar sesuatu. Dengan catatan acara yang ditonton memiliki nilai edukatif dan ditonton dalam kadar waktu yang cukup. Selain itu, perlu juga untuk mendampingi anak saat menonton sebuah acara untuk membantunya memahami sejumlah kata atau nilai-nilai yang diajarkan di acara tersebut.

Lima tips di atas memang tips yang paling dasar yang bisa Bunda lakukan. Yang tak kalah pentingnya lagi adalah berusaha menyesuaikan setiap teknik atau cara mengasuh dengan kepribadian serta kondisi yang dialami anak. Semoga info dan tips-tips di atas bisa bermanfaat, ya.

Sumber: vemale

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…