Header Ads

Bolehkan Shalat Dengan Menggendong Anak?


Ibadah sholat menuntut adanya konsentrasi, yang kerap disebut tuma'ninah. Seorang Muslim dianjurkan tidak tergesa-gesa serta menghilangkan segala pikiran yang mengganggu saat mengerjakan sholat.

Tetapi, ada kalanya tangisan anak menjadi godaan yang kuat. Apalagi jika orangtuanya sedang sholat berjamaah di masjid.

Lantas, apa yang harus dilakukan para orangtua jika anaknya menangis, padahal sedang sholat jemaah?

Dikutip dari laman konsultasi syariah, ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua. Pertama, orangtua dapat membatalkan sholatnya jika dirasa sang anak harus ditangani.

Hal ini tertuang dalam kitab Hasyiyah Ibnu Abidin.

" Pembahasan tentang membatalkan shalat. Bisa hukumnya haram, mubah, mustahab (dianjurkan), dan wajib. Dinukil dari karya penulis kitab al-Bahr di catatan kaki, bahwa membatalkan shalat hukumnya haram, mubah, mustahab, dan wajib. Haram jika tanpa udzur, mubah jika untuk menyelamatkan harta, dianjurkan jika hendak menyempurnakan shalat, dan wajib untuk menyelamatkan jiwa."
Boleh Digendong?

Cara lain, para orangtua dibolehkan melakukan gerakan yang tidak berlebihan dalam sholat. Contohnya seperti menggendong anak.

Hal ini seperti tertuang dalam hadits diriwayatkan Bukhari dan Muslim dari Abu Qatadah RA.

" Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah sholat menjadi imam sambil menggendong Umamah bintu Zainab bintu Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Umamah adalah putri Abil Ash bin Rabi’ah. Ketika beliau sujud, beliau letakkan Umamah. Ketika beliau berdiri, beliau gendong Umamah."

Sumber: dream
Powered by Blogger.