Skip to main content

#BoikotSariRoti Benar Benar Menghancurkan Penjualan, Ada yang Mengusik Kaum Muslimin Lagi?




Dalam sebuah capture yang diunggah netizen facebook Muhammad Rasyidi Aziz memperlihatkan rak yang berisi produk sari roti masih terlihat menumpuk. Meski pada rak tersebut dituliskan Gratis, namun tak ada masyarakat yang mengambil roti-roti tersebut.

Tak diperlihatkan siapa yang mengambil gambar tersebut dan di mana foto tersebut diambil, namun dalam foto tersebut tertulis keterangan "pemandangan siang td di gratis kan pun nga ada yang ambil..., biasa kalo ada yang "gratis" dah dikrubungi "

Sementara capture 1 lagi tertulis "Br dpt info dr karyawan Giant Jatimakmur, skrg Sari Roti ga laku...hr ini sdh 3 trolly ga laku, besok tgl expired nya.....kmrn sdh ada 5 trolly yg expired .."
Untuk foto tersebut kami mengetahui diunggah oleh netizen Rokhmah Rinati sekitar 23 jam yang lalu dan hingga saat ini sudah 5000 lebih netizen membagikan ulang foto tersebut.

Semenentara itu di laman fanspage kami seorang netizen bernama Mat Rois mengomentari sari roti yang tidak laku sampai kadaluarsa mengatakan:

"Makanya jangan sombong,udah dibeli dan diborong diuntungin sama umat islam, bukannya berterimakasih malah bikin pengumuman yang menyakitkan.

Ayo para ahokers yang banyak koar-koar di medsos, keluar semua borong tu sari roti biar nggak bangkrut, katanya udah sejuta ktp, keluar semua, kalau nggak ada yang keluar juga, emang benar abal-abal dan palsu semuanya kalian"

Sumber : Beritaislamterbaru


Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…