Bangsa besar, ditunjukkan dengan kapasitasnya melakukan tindakan besar. " Gempa di Pidie Jaya ini, momentum menunjukkan kemampuan kita mengatasi krisis dengan langkah-langkah yang mempercepat setiap cobaan teratasi sebaik-baiknya," kata Presiden ACT melalui keterangan pers tertulis, Senin 12 Desember 2016.‎

Gelombang kepedulian yang hadir menyapa Aceh memerlukan kapasitas manajemen dan trust. " Muslimin Indonesia sedang kompak-kompaknya. Kita tidak punya alasan untuk melambat-lambatkan pemulihan Pidie Jaya. Makin cepat, makin bagus. Karena itu, ACT memilih perbaikan meunasah. Membangun meunasah, mempercepat pemulihan jiwa. Bukan hanya baik bagi masyarakat korban, bahkan baik untuk kita semua, untuk bangsa Indonesia," ujar Ahyudin.

Keyakinan atas kebesaran umat dan bangsa, mendorong ACT tidak ragu mengikhtiarkan rekonstruksi dan‎ rehabilitasi sebanyak-banyaknya meunasah yang rusak berat bahkan yang hancur. " Kita harus berani menolong dengan langkah-langkah besar. Kita sadar biaya satu unit meunasah tidak kecil, tapi karena optimisme kita sebagai kekuatan yang besar, hal ini menjadi tidak perlu diragukan. Hanya keberanian menawarkan hal besar, akan menghadirkan dukungan besar," ungkap Ahyudin optimis.

Tak disangkal bahwa saat ini masyarakat masih diliputi ketegangan pasca gempa besar dan tambahan gempa-gempa susulan. Tak hanya mengalokasikan perhatian pada rekostruksi meunasah, ACT hadir menghibur masyarakat dengan menu bergizi.

Pemotongan sapi bukan hal yang setiap hari berlangsung di tengah masyarakat Aceh. " Masyarakat Aceh memotong sapi di hari istimewa, saat Idul Adha pasti. Juga menjelang lebaran, tradisi yang disebut meugang. ‎Membeli sapi di luar musim itu, biasanya susah. Orang Aceh tidak biasa menjual sapi kecuali untuk urusan mendesak seperti untuk biaya pendidikan anak, atau perhelatan pernikahan. Alhamdulillah, sadar ini untuk kemanusiaan, kami bisa memperoleh sejumlah sapi, terutama dari mereka yang menjadi korban bencana," kata Yusnirsyah, Komandan DERM - ACT yang diamanahi memimpin implementasi program pemulihan Pidie Jaya.

Makna memotong sapi, bukan sekadar membantu menyediakan pangan. " Keriuhan makan bersama, mendatangkan energi berkarya, menguatkan soliditas baik ‎yang bekerja merekonstruksi, maupun terutama masyarakat yang lebih beruntung tidak terdampak bencana. Ini aliran energi rasa syukur dari yang selamat dan tidak menjadi korban, dan rasa syukur korban dan memperoleh dukungan finansial dan tenaga dari saudara-saudaranya dari manapun asalnya," papar Yusnirsyah.

" Diawali dengan pemotongan sapi, dalam beberapa hari kedepan, ACT akan membangun 10 posko dapur umum di lokasi 10 meunasah yang insyaAllah akan direkonstruksi sebagai ikhtiar Bangsa memulihkan Pidie Jaya." tutup Ahyudin.

Sumber: dream
Share To:

Portal Dunia

Post A Comment: