Skip to main content

Berikut Tips Agar Aki Kendaraan Anda Awet

ilustrasi

Jakarta – Accumulator alias aki kendaraan menjadi komponen vital karena menjadi sumber energi dan penyimpan listrik. Daya tahan aki pun tergantung dari banyak faktor, mulai dari pemasangan hingga perawatan.

Bukan tidak mungkin, aki pada kendaraan bisa bertahan dalam hitungan tahun. Namun, bukan hal yang aneh apabila aki hanya bertahan dalam hitungan bulan.

Dedi Ismanto, Channel Marketing Manager PT Robert Bosch (Bosch Indonesia) memaparkan, setidaknya ada lima faktor penting yang mempengaruhi umur aki. Hal ini terlepas dari kelemahan ataupun kelebihan masing-masing aki.

“Pertama adalah penanganan saat pertama kali aki yang akan kita pasang. Ada aki yang mesti diisi dulu airnya. Airnya salah, tumpah, kurang dan sebagainya itu akan mempengaruhi umur aki saat digunakan nantinya”. Beber Dedi.

Lebih lanjut, Dedi menuturkan bila masyarakat saat membeli aki, ada yang membeli sendiri atau langsung di bengkel. Pemilihan soal tipe aki menjadi faktor selanjutnya yang patut diperhatikan pemilik kendaraan.

“Orang yang ganti aki baik motor atau mobil menyerahkan sepenuhnya kepada toko atau bengkel. Tapi, tidak memilih sendiri akinya. Kita tau aki apa yg dipasang pada kendaraan kita. Jangan-jangan salah pasang, salah tipe, salah ukuran”. Sambungnya.

Faktor ketiga, lanjut Dedi, adalah soal perawatan aki atau kendaraan. Menurutnya perawatan aki berbanding lurus dengan perawatan kendaraan. Ia melihat pemilik kendaraan kerap alpa melakukan perawatan rutin, hanya karena kendaraannya tidak mengalami masalah teknis.

Aki Kendaraan bagi Roda Dua

Ia menyoroti dua poin terakhir yang mempengaruhi umur aki kepada pengguna roda dua. Mulai dari perjalanan sampai dengan peranti listrik yang terpasang mempengaruhi usia aki.

Pemakaian sepeda motor, baik itu untuk aktivitas rutin atau hanya waktu tertentu secara langsung mempengaruhi siklus hidup aki. Waktu perjalanan akan berdampak pada proses pengisian atau non pengisian. “Penggunaan alat elektronik, apalagi jaman sekarang regulasi pemerintah mewajibkan lampu tetap menyala di siang hari.Motor yg dipasangi charger untuk device, konsumsi listrik akan lebih besar kebutuhannya”. Tutup Dedi.

Sumber: hallojakarta

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…