ilustrasi

Jakarta - Langkah aparat kepolisian menciduk sejumlah tokoh karena diduga hendak melakukan makar menuai kecaman. Sebab, para tokoh itu langsung ditahan meski statusnya baru diduga.

Seperti diketahui, bertepatan dengan aksi unjuk rasa Bela Islam jilid III, Jumat (2/12), sejumlah tokoh ditangkap di antaranya, Rachmawati Soekarnoputri, Sri Bintang Pamungkas, dan musisi sekaligus calon Wakil Bupati Bekasi, Ahmad Dhani.

Menanggapi hal tiu, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) mengaku menyayangkan langkah anak buah Jenderal Tito Karnavian itu. Pasalnya, penangkapan itu semakin menunjukkan adanya tebang pilih dalam penegakan hukum di Indonesia.

HNW merujuk pada kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ya, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka bahkan kasusnya akan segera disidangkan, namun mantan Bupati Belitung Timur, Bangka Belitung itu masih bisa melenggang.

"Ahok saja sudah menjadi tersangka tapi belum dilakukan penangkapan, tapi kenapa ini ada pihak yang belum terbukti langsung ditangkap‎," kata Hidayat di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (2/12).

"‎Ini lagi menurut saya sebagai kemuduran hukum. Segera klarifikasi bahwa kemudian mereka tidak berniat makar untuk menggulirkan pemerintahan," tegasnya.

Diketahui, polisi menangkap 10 orang tokoh dan aktivis yang tergabung dalam 'Gerakan Selamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia' (GS NKRI). Mereka yakni
putri Presiden RI pertama, Rachmawati Soekarnoputri, musisi Ahmad Dhani, Eko, Adityawarman, mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zein, Firza Huzein, aktivis Ratna Sarumpaet, tokoh pergerakan Sri Bintang Pamungkas, Jamran dan Rizal Kobar.

Sumber: monitorday/ suaranews
Share To:

Portal Dunia

Post A Comment: