Skip to main content

Benarkah Usus Buntu Tak Berguna? Begini Penjelasannya...

ilustrasi

Setiap organ tubuh yang ada di dalam tubuh manusia memiliki fungsinya sendiri-sendiri untuk mendukung sistem-sistem yang berjalan pada tubuh. Namun, ada sebuah mitos yang dipercaya oleh masyarakat yang menyebutkan jika ada beberapa organ tubuh yang tidak berguna bagi tubuh layaknya usus buntu. Sebenarnya, apakah memang usus buntu benar-benar tidak berguna sama sekali?

Usus buntu sendiri banyak dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu area yang bisa mengalami peradangan yang akan membuat penderitanya merasakan nyeri luar biasa pada perut sebelah kanan. Adanya peradangan pada usus yang berada di antara usus kecil dan usus besar ini seringkali harus diobati dengan cara operasi. Pakar kesehatan sendiri menyebutkan jika usus buntu ternyata memiliki fungsi penting yang banyak tidak disadari oleh banyak orang, yakni kemampuannya menjadi tempat dari berbagai bakteri sehat yang sangat penting bagi berbagai fungsi yang bekerja dalam tubuh.

Pakar kesehatan menyebutkan jika kaum pria cenderung lebih beresiko terkena radang usus buntu jika dibandingkan dengan kaum hawa. Biasanya, gejala pertama yang akan dirasakan oleh penderita usus buntu adalah rasa sakit yang luar biasa pada area pusar atau perut sebelah kanan. Agar tidak terkena penyakit ini, ada baiknya kita selalu menjaga pola makan yang sehat dimana konsumsi makanan yang kaya serat sebaiknya tetap dilakukan setiap hari.

Radang usus buntu termasuk dalam penyakit yang harus mendapatkan penanganan medis sesegera mungkin, yakni dengan cara operasi. Hal ini dikarenakan andai usus buntu ini akhirnya mengalami infeksi, maka dikhawatirkan usus buntu akan pecah dan pada akhirnya melepas berbagai zat beracun yang akan membuat berbagai organ lainnya justru mengalami kerusakan. Beruntung, prosedur operasi usus buntu termasuk cukup singkat dan sederhana dimana operasi laproscopic kecil biasanya hanya perlu dilakukan selama 8 menit saja.

Sumber: doktersehat

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…