Skip to main content

#BelaQuran Sebab Indonesia Milik Allah !


Jangan ragukan cinta kami pada negeri, kami mencintainya seperti Rasulullah mencintai tempat lahirnya Makkah, sebab cinta itulah kami tak rela negeri ini dijajah

Dahulu mereka menjajah negeri ini secara fisik, orang-orangnya dibunuhi atau didera bila mereka tidak mau menyerah dan menjadi budak-budak yg dipasung kebebasannya

Aqidah mereka diganti, tanah mereka dirampas, kekayaan mereka dirampok. Setelah mereka dipersatukan Islam, dicerahkan oleh aqidahnya, dan dimuliakan dengan syariatnya

Tabiat mereka yg tak mengenal Tuhan yg benar selalu saja menjajah dan menyakiti, mereka tak kenal perdamaian kecuali slogan kosong untuk kepentingan mereka saja

Maka pekik takbir mengusir mereka, jiwa-jiwa yg merindukan syahid telah membuat mereka kocar-kacir, negeri ini merdeka sebab rahmat Allah, pemilik semesta

Hari ini penjajah-penjajah itu datang kembali dengan wajah baru dan topeng baru, penjajahannya intelektual, perampokannya terlembaga, legal dan resmi

Tapi lihatlah hasilnya selalu sama, sekali lag aqidah jadi taruhan, tanah-tanah mereka kuasai, harta benda diambil secara rakus, mereka ingin kita ikut cara pikir mereka

Tak perlu pakai agama, syariat harus ditolak, memperjuangkan Islam sama dengan teroris, mempertahankan aqidah adalah bagian fundamentalisme, itu tuduhan mereka

Teriak persatuan tapi kepentingan asing dijaga, teriak keragaman lalu minoritas nan sombong dibela, atas nama kebersamaan penista agama dilindungi dan dibiarkan

Sebab kami cinta Indonsia, maka hukum Allah yg paling layak diterapkan, sebab itulah cita-cita pahlawan Nusantara yg berjuang sepenuh hati melawan penjajah

Memang tak semua yg berjuang adalah Muslim, tapi 100% takkan ada kemerdekaan tanpa pejuang-pejuang Muslim, dan ingat penjajah-penjajah itu mereka 100% kafir

#IndonesiaMilikAllah, kita pun milik Allah, dan yg kita tahu kita semua berasal dan akan kembali kepada-Nya, maka apakah ada hukum lebih baik dari hukum Allah? (QS5:50)

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…