Skip to main content

Begini Tips Memasak Kangkung agar Tak Hitam, Tetap Hijau dan Segar

ilustrasi

Tak bisa dipungkiri bahwa penampilan masakan akan menambah selera seseorang untuk menyantapnya. Penampilan masakan yang bagus akan semakin membuat seseorang jadi bernafsu untuk makan. Karenanya setiap restoran selalu berusaha menyajikan makanan dengan penampilan yang terbaik dan rasa yang enak.

Nah, kali ini Vemale akan coba hadirkan tips mudah untuk mengolah kangkung agar penampilannya semakin menggugah selera. Kangkung yang ditumis seringkali warnanya berubah menjadi gelap dan daunnya terlihat layu. Ini tentu akan mengurangi selera makan bukan? Karenanya tips yang satu ini akan membantumu menyajikan kangkung agar tampak hijau dan lebih segar.

Saat memasak kangkung kamu harus memperhatikan beberapa hal Ladies. Masukkan kangkung ke dalam wajan dan segera tambahkan sedikit air. Salah satu penyebab kangkung menjadi layu dan berwarna gelap adalah karena kebiasaan menumis kangkung dan menambahkan terlalu banyak air ke dalamnya.

Selain itu juga kamu disarankan untuk menggunakan api besar agar kangkung cepat matang. Ketika menggunakan api besar, kangkung yang diolah akan menjadi lebih berkurang berada di atas api, sehingga akan meminimalisir perubahan warna yang akan terjadi pada kangkung dan menjaga agar kangkung tetap hijau dan segar.

Saat kangkung matang segera angkat dan letakkan di piring saji. Jangan membiarkan kangkung terlalu lama di dalam wajan, karena kerenyahan dari kangkung itu dapat hilang.

Itu tadi adalah beberapa tips praktis yang bisa kamu ikuti untuk membuat kangkung tetap segar dan hijau Ladies. Selamat mencoba ya.

Sumber: vemale

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…