Skip to main content

Begini Kisah Sesungguhnya Rara Ananda yang Dikabarkan Diculik, Ternyata.....

ilustrasi



Seorang bocah bernama Rara Ananda Carsarea (3,5) dikabarkan hilang saat sedang dibonceng oleh kakaknya Refti (16) sepulang main dari Metropolitan Mall, Minggu (11/12/2016), sekitar pukul 20.30 WIB. Menurut Refti, motor yang ditumpanginya dan temannya Andry serta korban dipepet hingga terjatuh oleh dua orang pelaku yang menggunakan motor. Ternyata itu bukanlah kisah yang sesungguhnya.

Resmob Polda Metro Jaya menemukan Rara dan ternyata ditemukan di kontrakan bersama ibu kandungnya, Dede Cahyati di kawasan Ceger, Jakarta Timur.
Rara Ananda Carsarea. (Facebook)

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, hilangnya Rara berawal dari pemberitaan di media sosial kalau Rara hilang diduga diculik. Polisi pun berinisiatif melakukan pencarian meski belum menerima laporan dari keluarga Rara.

“Sang ayah ini memposting di media sosial bahwa anaknya diduga diculik saat bersama kakak sang anak. Tapi kami berhasil menemukan bocah R pada Jumat dini hari tadi,” ujar Budi di Mapolda Metro Jaya, Jumat (16/12/2016).

Sementara itu, Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan, atas pemberitaan yang viral, polisi langsung menelusuri kebenarannya.

Kejadian itu, kata Arsya, bermula pada hari Minggu, 11 Desember 2016, kakak Rara bernama Refti Meidiana mengajak Rara ke sebuah Mal di Bekasi bersama temannya, Andry.

“Refti ini berpamitan kepada ayahnya, Hendri Dinata untuk membawa adiknya jalan-jalan ke Mal di Bekasi dan mereka bertiga berangkat berboncengan dengan sepeda motor. Tidak lama di Mal, Refti mengajak Andry dan adiknya ke rumah neneknya yang terletak di Jalan Kayumanis III Jatinegara, Jakarta Timur,” terang Arsya sebagaimana dilansir Merdeka.

Akhirnya, mereka tiba di rumah neneknya sekitar pukul 17.30 WIB. Selain ketemu neneknya, mereka juga b bertemu dengan ibu kandung Rara, Dede Cahyati yang memang sudah tidak tinggal bersama lagi dengan anak-anaknya.

“Ibunya langsung menggendong R dengan maksud membeli es krim untuk R. Lalu sekitar pukul 20.00 WIB sang nenek dari Refti bertanya mengapa Dede Cahyati tidak kembali. Mendengar ucapan tersebut, Refti mencoba menghubungi ibunya namun tidak kunjung diangkat dan kemudian mencoba mengirimkan pesan yang juga tidak dibalas oleh ibunya,” tuturnya.

Dengan kondisi seperti itu, Refti kebingungan dan panik karena adiknya Rara tidak kembali ke rumah neneknya. “Lalu Refti berinisiatif untuk mencari keberadaan adiknya dan juga ibu kandungnya sampai ke daerah Tebet,” ujarnya.

Hingga pukul 23.00 WIB, Refti belum juga mendapatkan kabar dari ibunya sehingga Refti takut untuk kembali ke rumahnya di Bekasi. Namun, dia memberanikan diri untuk pulang ditemani Andry.

Sepanjang perjalanan pulang, Refti mengaku takut kepada ayahnya perihal keberadaan Rara. Lalu Andry mempunyai ide dengan mengarang cerita, seolah-olah Rara diculik oleh orang yang tak dikenal dan berpura-pura diserempet.

“Saat di rumah, ayah Refti yaitu Hendry Dinata bertanya kepadanya dan menanyakan keberadaan adiknya ada di mana. Dikarenakan rasa takut kepada ayahnya, Refti tidak berkata jujur mengenai keberadaan adiknya yang sedang bersama dengan ibunya. Lalu kemudian Refti mengarang cerita bahwa sekembalinya dari Mal Bekasi pada saat melintas di Jalan Jati Raya, Kelurahan Kayuringin, Bekasi Selatan, kendaraan yang mereka dinaikinya diserempet oleh orang yang tidak dikenal. Dia bilang bahwa dia diserempet oleh orang yang menggunakan motor tanpa plat belakang dan orang tersebut menggunakan jaket hitam dan menggunakan masker dan helm. Ketika mereka diserempet dan terjatuh Rara langsung dibawa pergi oleh orang tidak dikenal tersebut,” bebernya.

Mendengar cerita tersebut, Hendry sempat mencoba mencari keberadaan anaknya dan kemudian membuat laporan polisi di Polres Metro Bekasi. “Pada tanggal 14 pelapor melapor ke Polres Bekasi Kota dan kami langsung melakukan reka ulang dan dari sana ada beberapa hal yang janggal yang ditemui penyidik,” kata Arsya.

Namun, dari hasil penyelidikan dan interogasi pihaknya menemukan petunjuk dan menemukan Rara bersama ibu kandungnya di rumah kontrakan di daerah Ceger, Jakarta Timur. “Rara bersama ibunya sudah dari Minggu di kontrakan tersebut dan keduanya dibawa ke Polda Metro Jaya untuk dipertemukan dengan sang ayah,” ujarnya.

Ia pun menyebut, perkara kasus hilangnya Rara menjadi heboh selain di viralkan di media sosial adalah munculnya kabar penemuan mayat di Banyumas, Jawa Timur yang ciri-cirinya mirip dengan Rara.

“Perkara ini menjadi heboh karena ada kabar ada penemuan jenazah di Banyumas, ciri-ciri mirip tapi alhamdulillah bukan. Rara ditemukan dalam keadaan sehat selamat tanpa kekurangan apapun,” pungkasnya.

sumber: simomot

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…