Skip to main content

Baru Pertama Kali Melancong? Simak Nich Tips Menikmati Perjalanan bagi Backpacker Pemula

ilustrasi

Traveling merupakan kegiatan yang paling menyenangkan, di mana Anda bisa melihat dunia yang sesungguhnya dengan cara Anda sendiri.

Namun, setiap berencana melakukan sebuah perjalanan, alangkah baiknya Anda memiliki perencanaan yang matang. Apalagi jika Anda termasuk orang yang pertama kali mencoba bepergian ke tempat yang baru dan sendirian.

Dilansir dari laman Travelerstoday, ada hal penting yang perlu Anda siapkan ketika baru melakukan perjalanan sendirian. Berikut ini tips bagi Anda yang baru pertama kali mencoba melancong sendirian.

Pilih ransel dengan bijaksana

Jika Anda merencanakan perjalanan jauh, pilihlah ransel atau koper yang tepat. Salah satu hal penting yang harus diingat, jangan membawa barang yang tidak perlu dan jangan membawa beban melebihi kapasitas Anda. Selain itu, gunakan tas ransel yang berkualitas dan nyaman untuk dibawa, karena ini akan menjaga diri Anda selama di perjalanan.

Cari informasi tentang tempat yang akan dituju.

Sebelum Anda melakukan perjalanan ke tempat yang dituju, alangkah baiknya Anda mencari tahu informasi tentang seluk beluk kota tersebut. Anda bisa mencarinya di internet. Selain itu, pastikan Anda mencari penginapan yang aman dan murah.

Siapkan makanan untuk pengganjal perut

Di tempat-tempat wisata atau bandara biasanya memiliki harga jajanan yang lebih mahal. Tentunya itu sangat mengkhawatirkan bagi para backpaker. Jadi pastikan ke manapun Anda pergi selalu menyertakan makanan ringan di dalam tas Anda jika suatu saat Anda kelaparan di perjalanan.

Berbaur dengan sesama pelancong

Setiap pelancong tentunya pernah merasakan menjadi seperti orang asing, karena jauh dari rumah membuat kita keluar dari zona nyaman. Namun, saat merasa asing tersebut sejatinya kemampuan sosial Anda sedang diuji. Usahakan tetap bersikap ramah kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka juga bisa menghargai Anda.

Sumber: viva

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…