Skip to main content

AWAS!!! Ucapanmu bisa mengantarmu pada Murtad (WAJIB BACA)


Aqidah Islam tidak bisa digadaikan karena alasan toleransi.
Tuhan kita hanya 1, Dia-lah ALLAH SWT, yg tidak melahirkan dan tidak dilahirkan.

Menghormati pemeluk agama lain bukan dgn menggadaikan agama sendiri, banyak cara yg bisa digunakan untuk menghormati mereka.

Muslim itu harus punya prinsip. Dan prinsip itu harus diketahui orang, bila tidak kita akan terus-terusan punya rasa "nggak enak".

Jelaskan secara sopan dan lembut prinsip kita, baik itu pada orang Muslim atau non-Muslim. InsyaAllah mereka akan memahami

Bila diajak mengikuti ibadah agama lain sampaikan dgn baik bahwa itu bukan cara kita.

Sampaikan aja apa adanya dgn baik-baik, jangan sewot dan ngamuk, woles aja..
Kalo temenmu atau bosmu baik, dia pasti paham kok

Lha gimana kalo temenmu sewot lalu kamu dituduh nggak toleran? Maka kamu tetep aja woles.
Itu berarti dia nggak cocok jadi temenmu

Lha gimana kalo bosmu ngamuk lalu km dipecat? Ya woles aja..
Cepet atau lambet kamu bakal dipecat juga kalo bosmu model begitu

Kamu bisa nggak enak sama manusia padahal dia sama kayak kamu. Tapi nggak pernah merasa nggak enak sama Allah pencipta-mu?
Jangan atas nama toleransi malah menggadaikan keyakinan sendiri dgn membuat aturan yg tak pernah Rasulullah SAW lakukan.

Toleransi yg sebenarnya adalah membiarkan agama lain dgn perayaan mereka, bukan ikut nimbrung merayakan.
Banyak umat Islam yg salah kaprah dgn istilah toleransi. Padahal agama kita sudah memiliki prinsip:
“Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku” (QS. Al Kafirun: 6).
Karena makna toleransi itu pengertian 2 belah pihak bukan hanya pengertian 1 pihak. Kita tahu cara agama dia, dia juga harus tahu cara agama kita.

Seandainya Allah memanggilmu saat engkau sedang asyiknya ikut merayakan hari ibadah agama lain, apa jawabanmu nanti pada Allah?
.
Semoga Allah SWT selalu menjaga aqidah kita dan istiqamah di jalan-Nya.. Aamiin.

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…