Skip to main content

Awalnya Sempat Berpikir Ini, Akhirnya Derry Sulaiman Putuskan Kenakan Jubah Dengan Alasan yang Bisa Buat Kita Iri Juga

ilustrasi




Hidayah milik Allah Ta'ala. Hanya Dialah yang berkuasa memberikan hidayah kepada siapa yang Dia Kehendaki dan mencabutnya dari siapa yang Dia Kehendaki. Hidayah tidak bisa diberikan oleh seorang dai kepada siapa yang dia cintai.

Derry Sulaiman. Nama yang akrab di telinga masyarakat Indonesia. Seorang mantan gitaris dan anak metal. Perjalanan hidup Derry begitu berliku hingga menemukan kebaikan paripurna dalam taubat sebenar-benarnya.

Dalam kajian bertajuk Bersamamu di Jalan Dakwah Berliku di Masjid Jogokariyan Yogyakarta, Senin (12/12/16) bersama Ustadz Salim A. Fillah dan Penulis Buku Felix Siauw, Derry Sulaiman yang enggan disebut sebagai ustadz ini menuturkan kisah perjalanan hidupnya.

Derry Sulaiman sempat berpikir sebelum memutuskan untuk kenakan jubah dalam kehidupan sehari-hari. Ada begitu banyak budaya dan komentar masyarakat yang pasti menerpanya. Namun, saat mendengarkan alasan yang disampaikan oleh salah satu guru ngajinya, ia mengaku sepakat.

Derry kemudian memutuskan rutin mengenakan jubah dengan alasan yang mencengangkan.

"Dengan mengenakan pakaian sunnah (jubah)," ujar guru ngaji Derry, "orang melihat saja sudah bisa mendapatkan hidayah."

Meskipun orang yang mendapatkan hidayah melalui penglihatan terhadap pakaian jubah seseorang tidak bisa diketahui di dunia, guru ngajinya menegaskan bahwa orang-orang tersebut akan diperlihatkan di akhirat kelak.

"Orang-orang yang mendapatkan hidayah lantaran melihat pakaian sunnah tidak bisa dikenali di dunia. Tapi di akhirat, semuanya akan terlihat," ujar sang guru ngaji.

Dengan semangat dan tekad yang bulat, Derry pun menyambut, "Iya deh."

sumber: Tarbawia

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…