Skip to main content

Aneh! Gara-Gara Air, Pria di Desa Ini Wajib Punya Tiga Istri

ilustrasi

NEW DELHI - Lelaki di desa ini diwajibkan menikah dengan lebih dari satu wanita.

Bukan tanpa sebab, peraturan atau lebih tepatnya tradisi ini dilakukan demi satu tujuan.

Tentu saja hal ini sangat aneh didengar.

Wanita mana yang mau membagi lelaki yang dicintai dengan wanita lain.

Sedikit sekali perempuan yang mengizinkan suaminya untuk memiliki istri lain.

Tapi kondisi di desa ini membuat para wanita itu mesti rela berbagi tempat tidur dengan istri dari suaminya.

Seperti dilansir dari boldsky.com tradisi unik ini telah lama berlangsung di desa bernama desa Denganmal di wilayah Maharashtra, India.

Desa yang berjarak 150 km dari pusat kota Mumbai ini mewajibkan setiap pria di desa tersebut untuk memiliki tiga istri.

Desa yang hanya dihuni oleh sekitar 500 orang ini melestarikan tradisi tersebut dengan sebuah alasan.

Setiap pria tidak boleh menceraikan istri pertamanya kecuali jika sang istri meninggal dunia.

Setelah menikahi istri pertama, suami akan segera menikahi wanita lain.

Kebanyakan pria akan memiliki dua hingga tiga orang istri dalam satu rumah.

Para istri harus saling menghormati satu sama lain dan berbagi kasih sayang dari satu suami.

Memiliki tiga orang istri di desa ini adalah cara yang paling aman untuk menjamin ketersediaan air di setiap rumah.

Desa Denganmal terletak di daerah yang tandus dan mengalami krisis air bersih.

Cuaca yang kering dapat bertahan sepanjang tahun, sehingga keberadaan air bersih adalah sesuatu yang sangat penting dan berharga.

Sepanjang musim panas, sumur akan mengering dan kebanyakan ternak akan mati.

Ironisnya, desa tersebut cenderung menutup diri dari dunia luar dan tidak boleh mengambil air di luar sumber yang terdapat di desa.

Para wanita akan pergi mencari air ke tempat yang lebih jauh dari rumah mereka.

Biasanya, mereka akan pergi bersama-sama menuju sumber air tersebut.

Untuk mendapatkan 15 liter air, setiap wanita akan berjalan bolak-balik selama hampir 12 jam per harinya.

Tentu saja, karena sibuk mengambil air, pekerjaan rumah tangga akan terbengkalai.

Untuk menangani hal itulah, setiap pria akan memiliki lebih dari satu istri agar pekerjaan rumah tangga dapat ditangani oleh istri yang lain.

Sumber: bangkapos

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…