Skip to main content

Anak Terus - Terusan Muntah, Lakukan Ini Bun....


Muntah pada anak bukan kondisi yang bisa dibilang sepele. Apalagi jika disertai buang air besar sangat sering. Jika dibiarkan, bisa memicu dehidrasi hingga kehilangan kesadaran.

Penyebab muntah yang paling umum adalah viral gastroenteritis atau dikenal juga sebagai flu perut. Flu ini bisa berlangsung selama beberapa hari atau lebih dari satu minggu.

Muntah dan buang air yang disebabkan virus ini tak perlu mengonsumsi obat. Hanya perlu banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi.

" Muntah dan diare karena virus akan sembuh dengan sendirinya. Bisa minuman cairan oralit agar tubuh tak terlalu lemas. Untuk buang air besar juga demikian, tidak boleh dihentikan, karena justru dengan buang air besar virus bisa keluar dari tubuh," kata Lana Goldfein, salah satu dokter anak.

Jika anak muntah berulang kali disertai gejala seperti demam, lesu, atau disertai buang air besar berdarah, segera bawa ke rumah sakit. Biasanya muntah dengan buang air besar yang berdarah dipicu oleh bakteri. Hal ini biasanya harus diatasi dengan pemberian antibiotik.

Keracunan makanan juga bisa menyebabkan anak muntah terus-menerus. Apabila sebelum muntah anak makan-makanan yang tidak segar atau berbau, segara periksakan ke rumah sakit.Saat anak muntah, ini berarti ada banyak cairan yang keluar dari tubuhnya.

Risiko yang mungkin muncul adalah dehidrasi. Untuk menghindari, setelah muntah berikan segelas air hangat. Tapi jika anak buang air kecil lebih sering dari biasanya, tidak ada air mata saat menangis, bibirnya pecah-pecah, dan kulitnya terlihat keriput, segera bawa ke UGD. Kondisi tersebut mengindikasikan kalau si kecil mengalami dehidrasi dan harus segera diinfus.

Sumber: dream

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…