Header Ads

Anak Magang Ahok Terungkap Diduga Sering Peras Kepala Dinas, Begini Modusnya



PortalDunia - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyoroti keberadaan ‘anak magang kerja’ yang berada di kantor Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki Tjahaja Purnama.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik menjelaskan, sepak terjang pemagang selama kepemimpinan Ahok dinilai mencurigakan. Bahkan dikhawatirkan terdapat misi tidak baik yang bisa mengganggu proses kerja di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

“Kami sudah teliti, dan mencurigai para anak magang ini. Saya meminta segera dilakukan penertiban,” kata dia di Jakarta, Selasa (13/12/2016).

Berdasarkan data yang didapatnya, sambung Taufik, sedikitnya ada 20 orang anak magang yang selama ini diberdayakan oleh Ahok. Namun tidak diketahui kegiatan apa saja yang dilakukan para anak magang itu.

“Mereka sangat tertutup, tidak ada transparansi. Kami menduga ada yang disembunyikan,” kata dia.

Politisi Partai Gerindra itu mengungkapkan, sudah banyak laporan yang masuk dan menjurus negatif terkait para anak magang tersebut. “Sepertinya memang sudah saatnya ditertibkan,” kata Taufik.

Keberadaan anak magang di kantor gubernur, beberapa waktu waktu juga pernah mencuat. Saat itu muncul nama Sunny Tanuwidjaja yang ramai dibicarakan orang semenjak dia dicegah ke luar negeri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sunny merupakan orang di lingkaran dalam Gubernur Ahok. Ini menjadi hal yang menarik perhatian warga Jakarta. Ahok dalam sejumlah kesempatan telah menjelaskan bahwa status dan kewajiban Sunny mirip dengan anak magang. Komisi Pemberantasaan Korupsi ,(KPK) telah melayangkan permohonan pencegahan ke luar negeri terhadap Sunny.

Menurut informasi yang didapat harian ini anak magang ini sekaligus sebagai tim ahok yang beroperasi di lingkungan Balaikota dengan cara meminta proyek. Beberapa Kepala Dinas yang tidak mau disebut namanya mengatakan bahwa tim Gubernur sering menakut-nakuti.

“Mengaku tim gubernur (Ahok,red) dan mengiming-iming akan melaporkan hasil kinerja (kepala Dinas), yang ujung-ujungnya minta proyek,” kata Kepala Dinas yang sudah dipecat itu.(pojoksatu)

Powered by Blogger.