Skip to main content

Allahu Akbar! Trending Youtube Didominasi Aksi 212


Meskipun sejumlah televisi dan koran hanya sedikit memberitakan, Aksi 212 terus menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Di Facebook dan Twitter, Aksi 212 masih viral. Bahkan di Youtube, trending video saat ini didominasi oleh Aksi 212. Sampai-sampai ada Youtuber yang heran.

“Entah kenapa trending youtube sekarang udah beda sama yang dulu,” kata Rama 07, Senin (5/12/2016), mengomentari video Detik-Detik Mengharukan Saat Santri Ciamis Tiba di Monas.

Video berdurasi 1 menit 10 detik itu menempati peringkat #2 trending Youtube. Direkam dan diunggah Beda Media, video tersebut menayangkan detik-detik santri Ciamis tiba di Monas. Mereka telah menempuh ratusan kilometer dengan berjalan kaki untuk mengikuti Aksi 212 setelah sebelumnya tidak ada bus yang mau disewa oleh Pesantren Miftahul Huda II. Siapa sangka, keteguhan mereka berjalan kaki telah membangkitkan semangat umat Islam di berbagai daerah untuk bisa ikut 212 bagaimanapun caranya.

Ketika tiba di Monas, seperti dalam video ini, sebagian santri Ciamis tak kuasa menitikkan air mata. Peserta aksi 212 yang menyambut mereka juga tak sedikit yang menangis. Rasa haru, bangga, dan cinta berpadu menjadi satu dan menghasilkan air mata.



 Jika video ini berada di peringkat #2 trending Youtube, video Khutbah Habib Rizieq di Monas menduduki peringkat #1 dan video Jutaan Umat Islam Menangis Mendengar Doa Ustadz Arifin Ilham di Monas menduduki peringkat #3. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…