Skip to main content

Alhamdulillah, Pasca Gempa Aceh Jaringan Operator Sudah Kembali Pulih


Operator seluler Telkomsel mengklaim telah berhasil mengoperasikan kembali seluruh jaringan atau base transceiver station (BTS) yang. berlokasi di daerah terkena bencana paskagempa bumi yang mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Nanggroe Aceh Darussalam,

"Saat ini secara umum kondisi jaringan Telkomsel telah kembali normal untuk melayani pelanggan di wilayah gempa," kata Executive Vice President Telkomsel Area Sumatera Bambang Supriogo lewat surat elektroniknya kepada antara, Jumat.

Bambang Supriogo menjelaskan seiring pasokan listrik yang juga berangsur pulih,

BTS-BTS yang sebelumnya sempat terkena imbas bencana telah kembali beroperasi dengan baik.

Dengan demikian proses komunikasi, sms, penggunaan layanan data dan sebagainya sudah normal.

"Namun untuk menjaga performansi jaringan, kami telah menyiagakan 67 unit mobile genset sebagai cadangan," tegasnya.

"Kami berharap apa yang telah dimaksimalkan dapat membantu layanan kepada pelanggan." kata Bambang Supriogo lagi.

Meski sudah pulih sambung dia, pihaknya akan terus melakukan pemantauan jika ada hal yang menggangu.

"Kami terus melakukan pemantauan dan penanganan gangguan terhadap site-site yang terkena dampak gempa bumi," tambah Bambang.

Seiring pulihnya jaringan, Telkomsel bersama Telkom Group menyerahkan bantuan kepedulian sosial berupa sembako, obat-obatan, dan fasilitas telekomunikasi yang disalurkan kepada para korban bencana melalui Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya.

Di samping bantuan sosial, untuk memberikan dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan untuk berkomunikasi dan berkoordinasi di lokasi bencana. Telkomsel juga menyediakan layanan telepon gratis dan fasilitas Charging ponsel gratis di Kota Meureudu, Kecamatan Ulee Gle, dan Kecamatan Trienggadeng.

"Kabupaten Pidie Jaya didukung oleh 92 BTS Telkomsel yang melayani lebih dari 96.000 pelanggan," katanya menambahkan.

Telkomsel juga menyediakan layanan SMS donasi bagi pelanggan yang ingin memberikan sumbangan bagi para korban bencana gempa bumi di Aceh. Pelanggan cukup mengirimkan SMS, ketik DONASI (spasi) ACEH lalu kirim ke 7788. Untuk setiap SMS donasi, pelanggan dikenakan Rp 5.000. Layanan SMS donasi ini berlaku hingga 31 Januari 2017.

Telkomsel Emergency Response and Recovery Activities (TERRA) yang merupakan tim mitigasi bencana yang diterjunkan Telkomsel juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat untuk menginventarisir kebutuhan masyarakat yang terkena dampak bencana gempa bumi ini.

Sumber: antara

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…