Skip to main content

AKSI SUPER DAMAI 212, DELON: SAYA SUMPAHIN HUJAN


Aksi super damai 212 yang digelar di Monas pada Jumat dengan tujuan mendesak penegak hukum segera menahan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terkait dengan dugaan penistaan agama, diklaim bakal diikuti jutaan orang.

Meski kordinator aksi menjanjikan demo bakal berlangsung damai, namun kekhawatiran bakal terjadi chaos tetap mengemuka lantaran banyaknya manusia berkumpul dalam satu titik dalam waktu bersamaan.
Sehubungan dengan hal ini Delon berharap turun hujan deras saat demonstrasi berlangsung. Runner up Indonesian Idol musim pertama ini ingin Ibu Kota tetap aman.

"Mudah-mudahan demo 2 Desember saya sumpahin hujan. Hujan deras supaya enggak ada apa-apa. Supaya Jakarta aman selalu sentosa. Mudah-mudahan tidak ada terjadi apa-apa, semuanya terkendali. Bisa damai selalu. Amin," ujarnya saat ditemui di Balai Sarbini, Jakarta Selatan.

Kalau pun nanti hujan tidak turun seperti yang diinginkan, Delon berharap aksi berlangsung damai seperti yang dijanjikan. Penyanyi berusia 38 tahun ini juga meminta kepolisian mengawal ketat agar tidak terjadi kericuhan.

“Demo yang aman aja, jangan anarkis, brutal, ngerusak. Slow aja. Kita kasih pendidikan bahwa demo itu harus ada manfaatnya. Misalkan aksi damai, ya sudah jangan brutal. Ke sini-sini sih demo sudah berdampak baik ya. Kalau dulu kan demo merusak. Diperketat aja kepolisian kita," imbuhnya.

Demi keamanan dirinya, besok Delon lebih memilih untuk tidak melalui jalur yang lewati para demonstran.
"Tergantung sih. Aku nanti tanggal 2 lihat berita aja deh. Untuk pergi mungkin yang dekat-dekat, menghindari jalan yang rawan rusuh-rusuh. Gue pecinta damai. Kita serahkan ke Tuhan aja, semuanya disulap enggak ada rusuh dan anarkis. Sudahlah jangan begitu. Sudah enggak zaman," tutup Delon.



*  *  *


Hujan yg diturunkan di Monas saat sholat Jum'at.. ternyata...

Allah SWT berfirman:

اِذْ يُغَشِّيْكُمُ النُّعَاسَ اَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِّنَ السَّمَآءِ مَآءً لِّيُطَهِّرَكُمْ بِهٖ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطٰنِ وَلِيَرْبِطَ عَلٰى قُلُوْبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْاَقْدَامَ
"(Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian)."

(QS. Al-Anfal: Ayat 11)
Peristiwa perang badar juga turun hujan...orng kafir berpesta dan mengolok2..tapi kenyataannya Allah berikan kemenangan...ayat diatas berlaku pd hari ini jamaah yg letih dan ngantuk krn perjalanan jauh....menjadi segar krn hujan...dan krn letihnya semalam ada yg junub hujan diturunkan .. banyak yg baru datang ketika azan jumat blm wudhu langsung dibersihkan oleh Allah...
Masya Allah banyak sekali hikmahnya .. 🙏

Sumber | republished by PortalDunia.Com !

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…