Skip to main content

Aksi Gerakan 12.12, Arifin Ilham: Ini Keutamaan Majelis Ilmu, Apalagi Usai Shalat Subuh




JAKARTA - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI menyerukan aksi Subuh berjamaah di seluruh kabupaten dan kota pada hari ini, Senin (12/12). Gerakan yang juga disebut 12.12 rencananya akan dipusatkan di Kota Bandung.

Aksi ini merupakan kelanjutan dari gerakan 212 di Monas, Jakarta. Dalam status di Facebook-nya, pemimpin Majeli Az Zikra, Arifin Ilham menjelaskan keutamaan majelis ilmu, apalagi shalat Subuh.

"Sahabatku inilah keutamaan majelis ilmu, apalagi setelah shalat subuh di masjid berjamaah sampai matahari terbit," ujarnya.

Berikut keutamaan seperti disebut Arifin Ilham.

1. Meraih pahala haji umrah sempurna “Barang siapa menegakkan shalat subuh berjamaah di masjid, lalu ia duduk berzikir (tadurrusan) sampai matahari terbit, lalu menegakkan shalat dua rakaat, maka ia akan meraih pahala haji dan umrah. Rasulullah melanjutkan shalat “sempurna, sempurna, sempurna” (HR At-Tirmidzi).

2. Seakan duduk ditaman syurga Allah, “Jika kalian melewati taman syurga maka singgahlah dengan hati senang “. Para sahabat bertanya,”Apakah taman syurga itu?” beliau menjawab, "halaqoh-halaqoh dzikir" (atau halaqoh ilmu) (HR Attirmidzi).

3. Masuk menjadi generasi termulia yaitu generasi Rabbani, ”Jadilah kalian generasi Rabbani, yang selalu mengajarkan AlQur’an (dan asSunnah) dan terus mempelajarinya (QS Ali Imron 79).
4. Termasuk mujahid di jalan Allah, “Siapa yang keluar rumah untuk menuntut ilmu syar’i, maka ia berjihad di jalan Allah hinggah ia kembali"(HR At Tirmidzi).

5. Di doakan para malaikat.

6. Meraih rahmat Allah.
7. Senang tenang bahagia.

8. Dibanggakan Allah “Tiada suatu kaum duduk dalam majlis dzikir kapada Allah (majlis Ilmu), pasti di kelilingi malaikat, diliputi rahmat Allah, diturunkan pada mereka ketenangan dan nama mereka disebut Allah di depan para malaikat-Nya" (HR.Muslim).

9. Jauh dari murka Allah, ”Dunia ini terkutuk dengan segala isinya kecuali dzikrullah (taat kepada Allah) dan yang serupa itu, berilmu dan penuntut ilmu (HR At Tirmidzi).

10. Menjadi kelompok umat terbaik, sebagaimana sabda Rasulullah yang terbaik diantara kalian adalah yang belajar Al Qur’an dan mengajarkannya Al Qur’an (HR Bukhari).

11. 1 diantara 7 golongan di akherat kelak yang mendapat “perlindungan Allah” yaitu “ijtama’a alaihi wa tafarroqo alaihi” berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah (HR Bukhari Muslim).

12. Jalan mudah menuju syurga Allah “Siapa yang melalui satu jalan untuk menuntut ilmu Allah, Allah mudahkan menuju jalan syurgaNya”(HR Abu Daud dan At Tirmidzi).

13. Jamaah halaqoh ilmu kembali berkumpul bersama di akherat kelak, “Seorang dkelak di akhirat dikumpulkan bersama siapa yang dicintai di dunia” (HR Muslim).


"Nah apalagi alasan kita untuk tidak menghadirinya, jangan sia-siakan hidup sebentar ini, ayo raih semua kemuliaan itu dengan duduk di MajlisNya, subuh berjamaah di rumah-Nya.  Allahumma ya Allah berkahilah harakah persahabatan dan dakwah kami...aamiin," ujar Arifin.(rp)

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…