Skip to main content

Aksi Bela Islam III Diduga Disusupi Minuman Gelas Beracun


Jutaan massa dari peserta aksi telah disusupi puluhan kardus minuman gelas ale-ale dan jenis teh yang diduga telah sengaja diracuni untuk sabotase aksi Bela Islam Super damai.

Awal diketahui bermula diantara peserta aksi yang meminum minuman ringan tersebut (minuman gelas plastik kemasan) merasa aneh dan pahit. Lalu ditemukan sedikit isolatif bening di pinggiran gelas tersebut.

Ketika isolatif tersebut dicabut, seketika air dari dalam gelas plastik memancar keluar melalui lobang sebesar Jarum injeksi yang semula tertutup oleh isolatif tersebut.

Melihat kejanggalan itu, suasana menjadi heboh dan didapati pada gelas-gelas yang lain juga ditemukan lobang yang ditutupi isolatif bening. Diantara peserta aksi berspekulasi bahwa minuman itu sengaja disusupi untuk mempengaruhi emosional peserta aksi menjadi tak terkendali dengan harapan merusak aksi super damai.

Selanjutnya minuman gelas yang telah tersebar diantara massa aksi, ditarik kembali dan dibawa ke tim relawan kesehatan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI).

Oleh tim BSMI, langsung dilakukan uji lab sederhana, namun hasil sementara dipastikan cairan itu tidak tercemar kandungan Sianida dan Arsenik.

Lebih lanjut puluhan kardus minuman gelas itu diamankan sebagai barang bukti dan beberapa gelasnya disimpan sebagai sampel untuk uji lab yang lebih lanjut

“Hasil cek di lapangan, belum diketahui kandungan racunnya, namun dipastikan bukan Sianida dan Arsenik. Kita akan selidiki lebih lanjut kandungan mikrobiologi apa yang telah dimasukkan,” kata Bambang Edi yang merupakan bagian dari tim BSMI. [akt]

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…