Skip to main content

#AirMataBuaya Trending Topic, Pesan Buat Ahok: Jangan Jadi Kambing yang Suka Mengembeek


www.postmetro.co - Hingga hari sore ini (13/12) hastag atau tanda pagar (tagar) #AirMataBuaya menduduki posisi paling atas trending topic sosial media Twitter. Tagar #AirMataBuaya diusung netizen terkait “tangisan drama” terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di PN Jakarta Utara.

Mantan aktivis PRD, Ragil Nugroho, turut memberikan “nasehat” sekaligus sindiran untuk Ahok dan para pendukungnya. “Kalau Pak Basuki menangis di pengadilan malah akan disebut drama, karena selama ini Pak Basuki sangat garang ketika menggusur orang-orang miskin,” tulis Ragil di akun Twitter ‏@ragilnugroho1.

Ragil juga meminta Ahok untuk meniru Soekarno saat di pengadilan. “Pak Basuki, tiru Sukarno yang tetap garang di persidangan. Tunjukkan dirimu singa seperti saat bilang ta* di tipi. Jangan berubah jadi kambing yang suka mengembik,” tegas @ragilnugroho1.

Khusus untuk pendukung Ahok yang “heboh” atas tangisan “drama” Ahok, @ragilnugroho1 berpesan: Semestinya para pendukung Pak Basuki menangis dan sesak dadanya ketika melihat orang-orang miskin digusur, bukan saat melihat Pak Basuki menangis di persidangan.”

@ragilnugroho1 juga menulis: “Biasanya Pak Basuki ringan memaki orang-orang yang lemah. Mengapa di pengadilan justru menangis? Mengapa tidak memaki hakim dan jaksa?”

Sebelumnya, dalam sidang kasus penodaan agama, Ahok sempat menangis di depan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (13/12).

Ahok meneteskan air mata saat membacakan surat pembelaan atas dakwaan yang telah disampaikan jaksa dalam kasus penodaan agama.

Ahok mulai menangis saat menceritakan kedekatan orangtua dan keluarganya yang non-Muslim dengan keluarga orangtua angkatnya yang berasal dari Bone, Sulawesi Selatan. Ahok mengatakan, karena penghormatan kepada kedua orangtua kandung dan orangtua angkatnya, tidak mungkin dirinya melakukan penistaan terhadap ulama dan Islam.

“Saya sangat sedih dituduh menista agama Islam. Karena tuduhan itu sama saja saya telah menista saudara-suadara angkat saya sendiri yang beragama Islam,” ujar Ahok sambil menyeka air matanya. [itjw]

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…