Ilustrasi

 Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan kehilangan statusnya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Itu karena, status Ahok yang saat ini sebagai Gubernur nonaktif akan diberhentikan untuk sementara.

Tepat pada saat calon petahana itu menerima surat keterangan terdakwa dari pengadilan. Demikian disampaikan Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang kebetulan saat ini juga duduk di kursi DKI-1 sebagai pelaksana tugas (Plt) Sumarsono, Jakarta, Jumat (9/12).

Sebelumnya, status Ahok sebagai gubernur nonaktif lantaran sedang cuti kampanye Pilkada DKI, terhitung dari 28 Oktober 2016 sampai 11 Februari 2017. Jika tak tersandung kasus dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara, mestinya setelah masa kampanye Ahok bisa kembali aktif dan duduk manis sebagai penguasa DKI Jakarta hingga akhir tahun 2017.


Celakanya di tengah masa kampanye ini, Ahok akan menjalani kasus dugaan penistaan agama. Dia ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 156 dan Pasal 156a KUHP.

Soni mengatakan, Kemendagri tidak pandang bulu dalam menerapkan undang-undang terhadap semua kepala daerah. "Kita (Kemendagri) profesional, tidak pandang bulu. Jadi, kalau sudah terdakwa (Ahok) musti diberhentikan sementara," ujar Sony-panggilan Plt Gubernur DKI.

Sumber: monitorday
Share To:

Portal Dunia

Post A Comment: