Skip to main content

Ahok Nangis Di Pengadilan, Nitizen : Mana Panci.. Panci..


Tangisan Ahok di sidang perdananya Selasa 13/12 Kemaren menyisakan gelak tawa masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak dalam keadaan kepepet seperti ini Ahok baru sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah kesalahan – dan mungkin itu kalau dia sadar. Tapi melihat sikapnya pasca penghinaan terhadap Al Quran kemaren, Ahok tak jera jera dan tak akui itu kesalahan tampaknya benar bahwa ada Buaya di Pengadilan Ahok.

Minta maaf Ahok dilanjutkan dengan fitnahan dirinya pada peserta aksi 411. Seperti diketahui juga dalam bukunya di tahun 2010 Ahok juga pernah mempersoalkan Surah Al Maidah ayat 51, Artinya menghina Al Qur’an memang sudah setting awal Ahok, bukan sesuatu yang baru.

Disatu sisi, 2 hari sebelum sidan Ahok, Indonesia juga di berikan gelak tawa. Bagaimana tidak, Bom panci menjadi Trend di sosial media. Diketahui bahwa pihak Kepolisian menangkap terduga teroris yang ingin ngebom Istana dengan Bom yang dirakit di dalam Panci. Sebutan Bom Panci akhirnya muncul seketika. Dan Nitizen juga akhirnya menghubungkan antara panci dengan Ahok..

Al Asari Al Pagurawani Ir Basuki Tjahja Purnama nangis sambil sebut2 ortu angkatnya di persidangan perdananya. Panci mana…Panci mana…? #tangkapAHOK

Usnaini Unai : antara bom panci dan tangisan ahok.. apa persamaannya hayoooo..?

Nabil balwell : LEDAKAN BOM AIR MATA AHOK MEMENUHI PANCI SANDIWARA PERFILMAN DRAMA MANDARIN.

Ahok dan panci akhirnya menjadi diksi yang kini saling di dekatkan. Seakan ingin menegaskan kalau umat Islam tidak dapat di bodohi lagi dengan media maintream. (UI)

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…