Skip to main content

Ada Teman Kerja Yang Menyebalkan, Ini Cara Menghadapinya..


Kebanyakan karyawan pasti memiliki rekan kerja yang menyebalkan. Mungkin kamu salah satunya. Misalnya, dia selalu menghindar dan membuat seorang karyawan terlihat buruk.

Atau mereka bisa saja membicarakan segala keburukan seseorang dari belakang.

Ya, protes memang bisa dilakukan untuk menegur sikapnya yang menyebalkan. Tapi, itu bukanlah cara yang baik.

Jika punya rekan kerja yang super menyebalkan, perlu cara khusus untuk mengatasinya.

Berikut ini ada tiga cara untuk membuat diri nyaman bekerja dengannya, dilansir dari CheatSheet, Minggu 11 Desember 2016.

Lakukan Sesuatu!

Ada perbedaan yang besar antara orang yang menyebalkan dan orang super menyebalkan. Begitu pula dengan cara menghadapinya. Beberapa orang tidak sadar bahwa dirinya menyebalkan (bahkan sulit percaya bahwa mereka benar-benar menyebalkan).

Cobalah luangkan waktu untuk berbicara rekan kerja yang seperti ini. Jelaskan pelan-pelan sesuatu yang mengganggu dari dirinya, tapi ingat jangan " menyerang" . Kalau mereka menunjukkan respons negatif, lakukan cara yang lain.

Mencoba Jadi Orang yang Lebih Setuju

Kalau diskusi empat mata tidak gagal, mungkin cara ini bisa bisa membantu. Menjadi orang yang lebih setuju dengan pendapatnya, bisa menghangatkan hati mereka yang dingin. Cara ini memang tidak bisa serta-merta mengubah sikap mereka, tapi setidaknya bisa membuatnya menjadi lebih humanis kepada Anda.

Ingat, cara ini bukan berarti membiarkan seseorang gampang ditekan. Seorang karyawan bisa menyampaikan rasa ketidaksetujuannya, tapi juga bisa menunjukkan keramahan kepada rekan kerjanya.

Biarkan Mereka `Bersinar`

Beberapa orang terlihat menyebalkan saat bekerja dan mereka sering dicap sebagai orang egois. Jika bertemu dengan rekan kerja seperti ini, ada dua pilihan: mengabaikan sikap buruk mereka atau membiarkan karier mereka kinclong.

Cara ini memang terkesan tidak adil bagi diri sendiri. Tapi tidak ada salahnya untuk membuat mereka bahagia dengan capaian kariernya. Jangan biarkan karier mereka meredup. Dorong dan berikan mereka motivasi untuk terus menggenjot prestasinya. Memang, cara ini kurang menguntungkan bagi Anda, tapi hasil yang besar dan positif akan terlihat secara perlahan-lahan.

Sumber: dream

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…