Skip to main content

9 Keajaiban Aksi Bela Islam 212


Berikut sedikit catatan “keanehan dan keajaiban” mengenai pelaksanaan agenda Aksi Bela Islam 212. Pastinya, jika dihimpun lebih cermat dan serius, ada ‘keajaiban-keajaiban’ lain yang jauh lebih banyak daripada catatan kecil ini. Berikut diantaranya :

1. Peserta diberbagai daerah dilarang, diintimidasi dan dihalang-halangi oleh polisi (bahkan ada beberapa yang ditahan). Ajaibnya ada Kapolres, Kapolda bahkan Kapolri justru hadir di Aksi Bela Islam 212. Polisi ngelarang Polisi. Ajaib ‘kan ?

2. Awang Faroek, Gubernur Kaltim bilang yang ikut Aksi 212 ke Jakarta adalah calon teroris. Lalu, PNS yang nekad ikutan Aksi ke Jakarta akan dipecat langsung. Ajaibnya, Wawali Balikpapan Kaltim ikut Aksi 212. Lebih ajaib lagi Presiden, Wapres dan beberapa menteri juga ikut hadir. Masih berani nuduh teroris ke Presiden, pak Awang ?

3. Ketua Syuriah PBNU, Gus Mus mengatakan bahwa sholat Jumat di jalan adalah bid’ah besar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ajaib, karena selama ini justru Nahdliyin yang sering dijadikan sasaran dibid’ah-bid’ahkan. Gus Mus sendiri pernah mencak-mencak saat amaliah kaum Nahdliyin dibid’ahkan. Ajaib ‘kan ?

4. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan sholat Jumat di jalan tidak sah dan melarang warga NU hadir di Aksi Bela Islam 212. Ajaibnya jajaran pengurus PWNU Jakarta (karena merasa sebagai tuan rumah) full support acara ini dengan hadir membawa serta fasilitas untuk menjamu para peserta Aksi 212. Ajaib ‘kan ?

5. Aparat melarang pemakaian jalan protokol Sudirman – Thamrin untuk pelaksanaan sholat Jumat, lalu Aksi 212 dilokalisasi di kawasan Monas. Ajaibnya, peserta Aksi Bela Islam membludak yang akhirnya memenuhi ruas jalan Sudirman – Thamrin yang sebelumnya dilarang untuk dipergunakan sholat Jumat. Ajaib ‘kan ?

6. Ada imbauan, halangan dan bahkan ancaman agar PO bus tidak mengangkut calon peserta Aksi Bela Islam 212. Ajaibnya, setelah bus dibatalkan, peserta longmarch dari Ciamis dan Bogor menuju Monas justru ditawari bus gratis untuk mengantarkannya hingga Monas. Ajaib ‘kan ?

7. Biasanya Aksi yang dilakukan pergerakan Islam dilakukan sendiri-sendiri. Ajaibnya, laskar FPI, syabab HTI, aktivis Tarbiyah (PKS) bisa kompak serentak turun pada Aksi Bela Islam 212. Lebih ajaib lagi, Salafy dan Jamaah Tabligh yang nyaris tidak pernah terdengar menggelar aksi pun turut meramaikan Aksi Bela Islam 212. Menakjubkan bukan ?

8. Semua pengusaha umumnya sangat senang produknya laku dan laris manis diborong pembeli. Ajaibnya, Sari Roti yang diborong dermawan dan dibagikan gratis kepada peserta Aksi 212 tiba-tiba merasa keberatan jika disangkut pautkan dengan Aksi ini. Padahal tidak ada satu pihak pun yang berfikiran seperti itu. Aneh ‘kan ? Ini ajaib atau bodoh ?

9. Mengatur jutaan orang dalam waktu singkat sangatlah sulit. Ajaibnya hanya dalam hitungan menit, jutaan peserta Aksi 212 sudah rapi duduk dalam shaff sholat Jumat. Pun demikian menyediakan air wudhu untuk jutaan jamaah. Ajaibnya, hanya dalam hitungan menit seluruh peserta Aksi 212 bisa berwudhu karena Allah menurunkan hujan. Sungguh menakjubkan bukan ? (Azis)

MasyaAllah..
Allahu Akbar..

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…