Skip to main content

5000 Banser Kaltim Siap Jaga Gereja, Kapan Jagain Masjid di Manado dan Tolikara?



Gerakan Pemuda Ansor Kalimantan Timur menyiapkan lebih dari 5.000 anggota Banser untuk membantu pengamanan gereja pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2016.

Seperti dilansir Antara, Sekretaris GP Ansor Kaltim Herman A Hasan menyatakan telah menyiapkan anggota Banser di seluruh kabupaten/kota untuk melakukan pengamanan tempat ibadah saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2016.

“Kami telah menyiapkan Banser untuk membantu pengamanan tempat ibadah pada perayaan Natal dan Tahun Baru,” kata Herman A Hasan di Samarinda, Senin (12/12).

Banser tersebut, kata Herman A Hasan akan ditempatkan di sejumlah gereja untuk membantu pengamanan yang dilakukan pihak kepolisian dan TNI.

Sebelum mengerahkan Banser, katanya Ansor Kaltim akan berkoordinasi dengan pengurus tempat ibadah dan kepolisian.

“Tentu, kami terlebih dulu berkoordinasi dengan pihak gereja dan kepolisian. Jika memang dibutuhkan, kami siap membantu melakukan pengamanan di gereja, baik sebelum Natal maupun pada saat tahun baru,” ucap Herman A Hasan.

Sementara di Kota Samarinda sendiri sebagai Ibu Kota Provinsi Kaltim, GP Ansor akan mengerahkan 600 anggota Banser untuk membantu pengamanan sejumlah gereja.

Pengamanan tempat ibadah pada perayaan Natal dan Tahun Baru 2016 oleh anggota Banser disebut sebagai bentuk toleransi untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat Kristiani saat menjalankan ibadah. Pengamanan tersebut, katanya sudah dilakukan GP Ansor setiap tahun pada setiap perayaan Natal dan Tahun Baru maupun pada hari besar keagamaan lainnya.

“Ini sebagai bentuk toleransi untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada saudara kita yang menjalankan ibadah. Pengamanan gereja itu kami lakukan setiap tahun,” jelasnya.

“Kami berharap, perayaan Natal dan Tahun Baru 2016 berjalan aman dan kondusif dan tidak lagi ada gangguan seperti kasus bom tempat ibadah di Kota Samarinda beberapa waktu lalu. GP Ansor, siap membantu melakukan pengamanan agar Kaltim pada umumnya bisa tetap aman dan kondusif,” kata Herman A Hasan. [SR/Antara]

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…