Skip to main content

5 Hal yang Dapat Kita Lakukan untuk Membantu Aleppo


Aleppo tubaad (حلب_تباد), itulah tagar yang menjadi trending topic di tanah Arab. Tagar itu berarti Aleppo sedang dibinasakan. Bagaimana tidak, dalam sebuah laporan yang dilansir oleh wartawan Al-Jazeera, saat ini rakyat Aleppo  timur hanya menduduki daerah seluas 5 meter persegi. Padahal jumlah mereka yang tersisa masih ribuan, bahkan puluhan ribu.

Mereka dibombardir oleh pasukan Rusia dari udara, sementara dari darat pasukan rezim dan milisi Syiah menyisir mereka pada setiap jengkal tanah Aleppo. Di dalam sebuah rekaman video yang dilansir Al-Jazeera terlihat seorang kakek dengan menyeru masyarakat dunia untuk mendengar rintihan mereka. Tak ada makanan, tak ada air dan tak ada apa-apa, begitu kata beliau. Belum lagi video yang menayangkan mayat penduduk Aleppo bergelimpangan di jalan-jalan.

Setiap mata yang memandang itu tentu sedih dan tesayat hatinya. Apalagi jika dia seorang muslim. Sudah selayaknya seorang muslim membantu saudaranya sesama muslim. Karena muslim itu bersaudara. Di bawah ini ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk membantu muslim Aleppo :

1. Berdoa

Doa adalah senjata terkuat seorang mukmin. Karena saat berdoa dia menyeru kepada Zat yang Maha Kuat dan Perkasa, Zat yang Maha berkehendak. Di dalam sebuah hadits juga disebutkan bahwa tidak ada yang mampu merubah takdir kecuali doa.

Saat kita sebagai muslim terkendala jarak dan keadaan untuk membantu secara langsung saudara kita di Aleppo, maka doa menjadi salah satu pilhan kita. Karena mendoakan saudara muslim adalah kewajiban bagi muslim lainnya. Terlebih jika yang didoakan dalam keadaan lemah dan terjepit.

Untaian doa yang mengetuk pintu langit, tetesan air mata, rintihan kesedihan di malam hari bisa  menjadi sarana diringankannya beban saudara Aleppo kita. Bukankah do’a seorang muslim bidzohril ghoib (tanpa diketahui) termasuk doa yang mustajab? Oleh karena itu, marilah kita senantiasa mendoakan saudara Aleppo kita di setiap kondisi mustajab.

2. Qunut nazilah
Qunut nazilah adalah doa qunut yang dilantunkan setelah ruku’ pada rekaat terakhir di lima waktu sholat. Qunut nazilah disunnahkan saat ada kaum muslimin yang tertimpa musibah. Rasulullah SAW pernah melakukan qunut nazilah mendoakan kehancuran kepada pembesar-pembesar Qurasiy. Qunut nazilah pada dasarnya masuk dalam keumuman doa, akan tetapi qunut nazilah disyariatkan jika ada sebab tertentu. Qunut nazilah biasanya berisi doa agar diangkatnya musibah dari umat Islam dan dihancurkannya musuh-usuh Islam.

Kondisi saudara Aleppo kita, sudah lebih dari cukup untuk membuat kita melakukan doa qunut di setiap masjid dan setiap waktu. Agar Allah menyegerakan kekalahan kepada para durjana dan menolong saudara Aleppo kita. Adalah Syaikh Salman Audah, Haiah kibarul ulama (Dewan ulama senior) Arab Saudi dan para ulama lainnya telah meyerukan kepada imam-imam masjid untuk melakukan qunut nazilah terhadap rakyat Aleppo.

3. Berinfak dan Menghimpun Dana

Umat Islam adalah umat yang dermawan. Hal ini merupakan teladan dari generasi awal kita. Sifat ini pulalah yang masih menghiasi umat Islam. Kita bisa saksikan bagaimana rakyat Suriah masih bertahan lewat donasi umat Islam dari seluruh penjuru bumi padahal mereka diperangi oleh Negara-negara besar dunia seperti Rusia, Amerika, Iran dan rezim Suriah sendiri.

Berinfak untuk mereka adalah bukti jujurya kepedulian. Terlebih rakyat Suriah, khususnya Aleppo amat sangat membutuhkan uluran tangan kita. Musim dingin, tak ada atap untuk berteduh, blokade yang berkepanjangan ditambah rumah sakit yang hancur lebur, cukup memberikan gambaran kepada kita akan sulitnya kondisi mereka. Mudah-mudahan dengan uluran tangan kita sedikit kesulitan mereka bisa terbantu.

Di samping donasi dari kantong pribadi, kita juga seharusnya melakukan gerakan penghimpunan dana untuk mereka. Baik itu dengan bekerja-sama dengan lembaga-lembaga kemanusiaan yang sudah terpercaya ataupun dengan turun ke lampu-lampu merah mengedarkan kardus donasi untuk mereka.

4. Menyebarkan Berita Tentang Aleppo

Kita hari ini berada di era sosial media. Tak jarang pula kita temui sebuah gerakan di dunia nyata bersumber dari dunia maya. Seperti revolusi Mesir yang menurunkan Husni Mubarak berawal dari dunia maya. Cukup dengan like, komentar  dan share.

Sejatinya hal itu juga bisa kita lakukan untuk membantu saudara kita di Aleppo. Yaitu dengan meng-like, mengomentari dan menyebarkan setiap berita tentang mereka di sosmed kita. Semakin banyak yang menyebar, maka opini masyarakat dunia akan terbentuk. Mudah-mudahan dengan semakin banyak umat yang tahu, semakin banyak juga doa yang teruntai dan semakin banyak pula hati yang tergerak untuk membantu mereka baik dengan jiwa maupun harta.

5. Melakukan Protes dan Aksi Solidaritas

Umat Islam satu tubuh. Jika yang satu merasakan sakit, maka yang lainnya akan ikut merasakan. Rasa sakit, sedih dan pilu yang dirasakan rakyat Suriah seharusnya juga kita rasakan di manapun kita berada. Di antara bentuk usaha yang bisa kita lakukan adalah melakukan protes kepada kedutaan Suriah yang ada di setiap Negara. Semoga dengan protes yang terus menerus dan di banyak tempat, bisa memmberikan tekanan kepada rezim Suriah agar menghentikan aksi blokade mereka terhadap rakyat Aleppo.

Di samping kedutaan Suriah, kedutaan Rusia dan Iran seharusnya juga menjadi sasaran protes. Karena negara-negara tersebut di atas memiliki andil besar dalam musibah yang menimpa Aleppo sat ini. Selain aksi protes, hal yang bisa kita lakukan lainnya adalah aksi solidaritas. Yang dengan aksi tersebut kita mengajak teman, saudara, kolega dan masyarakat untuk peduli terhadap bencana kemanusiaan yang menimpa Aleppo.

Itulah beberapa hal yang mungkin bisa kita lakukan untuk saudara Aleppo kita. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bisa menjadi uzur di hadapan Allah nantinya saat kita ditanya tentang apa yang telh kita lakukan untuk saudara muslim Aleppo kita. Wallahu a’lam bissowab.

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…