Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2016

FAKTA SEJARAH ! Suka tidak suka, Eksistensi NKRI Itu Warisan Politisi Muslim

Sukarno bersama M Natsir

Eksistensi NKRI Itu Warisan Politisi Muslim
Oleh: Lukman Hakiem, Pemerhati Sejarah/ Mantan Staf Perdana Menteri M Natsir


===========

Seorang sarjana Perancis, Remy Madinier, dalam studinya mengenai Partai Politik Islam Masyumi, mencatat bahwa pada episode terakhir perjuangan merebut kemerdekaan yang begitu dramatis, di tubuh Masyumi mencuat sosok kenegarawanan dari tiga tokoh pemimpinnya (Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Mr. Mohamad Roem, dan Mohammad Natsir), ketiganya memainkan peran yang sangat penting dan menentukan.

Untuk memastikannya mari kita bahas satu-satu tokoh Muslim Indonesia yang begitu besar jasanya bagi pembentukan negara bangsa tercinta ini:

MR  Sjafruddin Prawira Negara dan PDRI

Sejarah negara ini mungkin akan lain jalannya jika tidak muncul inisiatif Sjafruddin Prawiranegara (1911-1989) untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Sumatera segera sesudah ibukota Yogyakarta diduduki tentara Belanda, Presiden Sukarno, Wakil Presiden M…

Mengharukan... Menyatakan Masuk Islam dan Langsung Berangkat Ikut Aksi Bela Islam 212

Sungguh banyak keajaiban yang Allah perlihatkan dalam perjalanan Aksi Bela Islam III 2 Desember atau yang dikenal dengan AKSI 212.

Di sosial media dan juga di laman Youtube beredar prosesi masuk Islamnya mas Dedy.

"Kejadian malam ini (Rabu, 30-11-2016) sebelum berangkat ke Jakarta aksi bela Islam 3 kafilah Banyuwangi ada hal yang mengharukan.
Pak Dedy menyatakan masuk Islam yang sebelumnya beragama Nasrani.

Dan langsung ikut aksi bela Islam 3, berangkat malam ini naik Bus."

Demikian keterangan dalam video yang diunggah di Youtube dan tersebar di sosial media.

Ya Allah... sungguh indah segala rencanaMu. Walau banyak halangan rintangan yang menghadang kafilah Aksi 212 dari daerah yang akan menuju Jakarta.

Ya Allah... telah lahir generasi pembela agamaMu yang dinistakan.

Ya Allah... angerahkan kami istiqomah di jalanMu, berikan kami husnul khotimah saat dipanggilMu.

Aamiin...

[video]


Sumber | republished by PortalDunia.Com !

[Foto] Beginilah Perlakuan Polisi Periksa Ketat Peserta Aksi 212 Seolah Olah Mereka ...

Pihak kepolisian menetapkan aturan yang ketat terhadap peserta Aksi Super Damai Bela Islam III dari berbagai daerah. Polisi bukan hanya memberhentikan, tetapi juga memeriksa seluruh kelengkapan bus atau kendaraan yang digunakan, mengecek tas peserta, dan mengajak briefing.

"Sudah dua kali pemeriksaan," tutur peserta yang berasal dari Madiun kepada Tarbawia melalui pesan WhatsApp pada Kamis (1/12/16) siang.


Setiap pemeriksaan berjalan satu jam. Tas peserta juga dibuka dan diperiksa satu persatu oleh petugas kepolisian.

"Cek tas tiap peserta. Dicek (apakah membawa) senjata tajam dan ditanya darimana serta tujuan," lanjut laki-laki beranak satu ini.

Setelah itu, polisi mengajak perwakilan peserta untuk briefing di wilayah Purwodadi Semarang.



"Tetap damai. Jangan bawa senjata tajam. Tunaikan doa. Selesai segera balik. Jaga ketertiban," ujarnya menirukan pesan pihak kepolisian.

"Doakan Indonesia tetap damai," lanjutnya menutup keterangan.

Ini 5 Pertimbangan Kejagung Tidak Menahan Ahok

Kejaksaan Agung menyatakan dugaan kasus penistaan agama yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama dilanjutkan ke penuntutan. Namun Kejagung tidak menahan Ahok, ada lima alasan yang memperkuat.

"Memang terhadap tersangka Ir. Basuki Tjahaja Purnama ini tidak dilakukan penahanan. Alasannya adalah bahwa penyidik sudah melakukan pencekalan dan sampai saat ini," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung M Rum, dalam konferensi pers di kantor Kejagung, Jl Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (1/12/2016).





Pertimbangan kedua menyangkut SOP. "Yang kedua sesuai SOP yang ada di kita apabila penyidik tidak melakukan penahanan kita juga tidak melakukan penahanan," kata M Rum.

Berikutnya adalah pertimbangan dari para peneliti yang menyimpulkan tak perlu dilakukan penahanan.

"Ketiga pendapat tim peneliti menyatakan bahwa tidak dilakukan penahanan. Selanjutnya bahwa tersangka ini setiap dipanggil datang," kata M Rum.

Nah pertimbangan terak…

Jangan Petantang Petenteng! Allah Murka Terhadap Mereka Yang Menghalangi Manusia dari Jalan Allah

Beredar ramai di sosial media, umat Islam yang berbondong-bondong dari daerah hendak ikut AKSI BELA ISLAM III 2 Desember di Jakarta, mereka dihalang-halangi. Ada kabar bus yang ditumpangi dicegat di jembatan, berita di CNNIndonesia juga secara jelas memperlihatkan peserta aksi 212 dari daerah di sweeping dari bus saat hendak berangkat ke Jakarta.

APA MEREKA TIDAK TAKUT KELAK ALLAH AKAN MENGHUKUM MEREKA YANG MENGHALANG-HALANGI MANUSIA DARI JALAN ALLAH? YANG MENGHALANGI UMAT ISLAM MEMBELA AGAMANYA?

Yang mempersulit urusan kaum muslimin, akan dipersulit urusannya.

Yang mencegah kaum muslim dari berbuat baik, akan dihalangi antara dia dan kebaikan.

Yang suka merazia tanpa haqq, hidupnya akan sering terazia.

Yang suka menghalang-halangi, hajatnya akan sering terhalang.

Gaji dari duit rakyat jangan petantang-petenteng.

Yang umur 40 tahun, ama kematian udah deket banget.

Kalau jahat terus di dunia, yang nyolatin dan mendoakan siapa?

Jangan sok kuasa, adigang adigung adiguna.

Nanti, tuanya sengsara. Hi…

KESAKSIAN SANTRI LONG MARCH CIAMIS : Saya Menggantikan Bapak (Sudah Meninggal) Jihad Membela Agama

SEBUAH KESAKSIAN LONG MARCH CIAMIS - JAKARTA (II)

by Dara Lana Tan

Penantian saya dan orang-orang yang berbaris di sepanjang Jala Raya Cileunyi (Bandung), tidak sia-sia pun tidak surut walau hujan terus mengguyur.

Begitu rombongan pendemo dari Ciamis yang berjalan kaki muncul dari kejauhan, semua bersiap. Kami berdiri, berbaris panjang sekali di tepi jalan, menenteng kresek dan kardus berisi segala macam yang bisa kami berikan. Air minum dalam kemasan, hansaplast, jamu dalam kemasan sachet siap minum, masker untuk jaga-jaga jika nanti gas air mata disemburkan penguasa, sandal jepit, jas hujan dan pakaian ganti, plus sekantung plastik roti, donat, permen, buah, cemilan dlsb dalam satu plastik berbentuk paketan, kami bagikan.

Mereka, menerima dengan sangat senang hati. Takbir bersahutan tiada henti. Hujan, banjir, tidak menyurutkan massa untuk berkumpul memanjang dari ujung Jalan Raya Cileunyi sampai Bundaran Cibiru, dan sepanjang Jalan Soekarno-Hatta sampai Kantor Perhutani Soekarno – Hatt…

Ikut Aksi 212, Mantan Dubes RI-Polandia @hazpohan: Saya ingin menjadi bagian dari gerakan Umat

JAKARTA - Hazairin Pohan alias Haz Pohan, mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Polandia menyatakan akan ikut dalam Aksi Bela Islam III (Aksi 212) pada Jumat besok, 2 Desember 2016 di Monas Jakarta.

"Bagi saya 2/12 menjadi momen khusus, saya ingin menjadi bagian dari gerakan umat untuk bangsa dan negara," kata lelaki asal Pematangsiantar Sumbar ini melalui akun twitternya @hazpohan, Kamis (1/12) pagi ini.

"Mengapa kita biarkan mereka berjuang di jalan Allah sendirian siang dan malam, haus dan lapar, sedang kita berleha2?"

"Mengapa saya tidak solider dan sepakat untuk perjuangan bangsa ini? Sedangkan mereka berjuang mati-matian mencapai Jakarta?"

"..ada yg berjalan kaki, naik kereta, pesawat, kapal, maupun sepeda motor: apapun, yg penting niat.."

"Adalah merugi jika tidak menjadi bagian gerakan dahsyat yang tidak terjadi sebelumnya di Republik maupun di dunia!"

Berikut penuturan selengkapnya yang dihimpun redaksi Portalpiyungan.co:

1. Ke…

Ajak ANAK ANAK sepanjang jalan Sapa Kafilah Ciamis, Ini Sebentuk Edukasi Cinta Islam Sedari Dini

Beragam cara yang bisa dilakukan untuk mengedukasi anak-anak mencintai Islam sebagai agamanya. Memanfaatkan momentum aksi long march kafilah dari Ciamis, guru-guru ini mengajak para muridnya untuk turun ke jalan. Menyaksikan perjuangan para pembela agama Allah menuntut keadilan.

“Ya ini kan dalam rangka membela Islam. Kehadiran anak-anak di sini sebetulnya untuk mengedukasi mereka agar tertanam nilai-nilai kecintaan terhadap Islam,” kata Ana Sobariah selaku kordinator dari SDN Cangkuang 2 Kec. Rancaekek.

Menurut Ana, murid-muridnya yang hadir ini ingin melihat seperti apa semaraknya aksi long march. Secara moralitas, imbuhnya, anak-anak mendukung terhadap kegiatan tersebut.
Demikian halnya yang diutarakan penanggung jawab aksi dari SD Sedunia Persis Cileunyi. “Pembelajaran bagi mereka, belajar mencintai Al Quran. Jadi ketika mereka melihat Al Quran dilecehkan, ya mereka juga harus belajar bagaimana caranya membela Al Quran,” kata Tatan Ahmad Santana.

Selain ‘turut menyuarakan’ pesan kedam…

AKSI 212, Gubernur NTB : Kalau Mau Berangkat Silahkan, Tapi Niatkan Untuk Bangsa

Gubernur Nusa Tenggara Barat DR H Zainul Majdi meminta kepada semua elemen masyarakat NTB untuk tetap menjaga keutuhan dan persaudaraan sesama warga masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur ketika menghadiri acara Nusantara Bersatu yang digagas oleh masyarakat lintas agama di lapangan sangkareang mataram, Rabu (30/11).

“Sesulit apapun keadaan kita pasti punya semangat sama,jadi tugas kita semua baik pemerintah,tokoh agama dan masyarakat untuk terus memperkokoh persaudaraan antar sesame manusia,” Ungkapnya.

Lebih lanjut diungkapkan gubernur bahwa saat ini masyarakat Indonesia harus lebih bijak dan proporsional dalam menanggapi berbagai isu yang berkembang dan tetap menjagaa toleransi diantara ummat beragama.

“Sering kita berpikir bahwa kekayaan terbesaar kita adaalahair air yang melimpah ruah, kesuburan tanah dari ujung keujung dan semua nikmat yang kita saksikan dengan mata kita,tapi sesungguhnya kekayaan, modal dan kehebatan bangsa kita yang besar adaalah persaudaraan dan rasa salin…

Sapa Kafilah Ciamis, Ini Pesan Kang Emil Untuk Peserta Aksi Long March

Selain Ahmad Heryawan, Wali kota Bandung Ridwan Kamil juga turut menyapa peserta Aksi Long March dari Ciamis yang tengah beristirahat di Aula Perum Perhutani, Rabu (30/11/2016).

Ridwan Kamil memberikan apresiasi kepada para santri yang begitu gigih memperjuangkan visi perjuangan mereka.

“Selamat datang di Kota Perjuangan Kota Bandung. Saya melihat ini, tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras. Semua cita-cita perbaikan harus diperjuangkan,” kata Kang Emil sapaan karibnya.

“Fisik itu tergantung pikiran. kalau semangat walaupun capek tapi tak terasa lelah. Jadi jangan menyepelekan kekuatan tekad,” lanjutnya.

Menurut Ridwan Kamil, kendati kafilah yang datang ini berasal dari latar belakang yang berbeda. Namun kehadiran mereka dipersatukan oleh akidah, yaitu kecintaan terhadap Islam.

Sebagai wali kota, ia menjamin keamanan dan keselamatan rombongan yang berkunjung ke Bandung. “Jangan khawatir, warga Bandung itu terkenal dengan keramahannya. Saya pastikan tidak ada yang kekurangan sesuatu apa pun…

Ini 6 Alasan Logis Ahok Sangat Layak dan Harus Ditahan

Hari ini penyidik Polri menyerahkan barang bukti dan tersangka ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait kasus penistaan agama oleh Basuki Tj Purnama alias Ahok.
Ketua Penanggulangan Penodaan Agama, Anton Tabah Digdoyo menyatakan setelah penyerahan dan pemberkasan pada tahap 2 selesai, selanjutnya menjadi wewenang Kejaksaan.

"Tapi kita selalu ingat sudah menjadi kebiasaan hukum bahwa tersangka akan terus ditahan untuk mempermudah dan mempercepat persidangan di pengadilan yang cepat dan murah,"
katanya Kamis di Jakarta, (1/12).



Anton berharap semua aparat hukum menaati ketentuan KUHAP demi keadilan dan kepastian Hukum. "Saya yakin Kejaksaan Agung arif dan bijaksana memenuhi amanah hukum, karena syarat obyektif dan subyektif untuk menahan tersangka sudah sangat terpenuhi dengan berbagai alasan," ujarnya menjelaskan.

Anton Tabah kemudian menjelaskan alasan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini sudah mesti ditahan. Pertama, kata Anton, pascaditetapkan sebagai tersangka Ahok ma…

[Kisah Cinta Jelang Aksi 212] Ketika Dosen Lihat Kaki Santri Ciamis Berdarah

Setiap melewati permukiman, ribuan santri Ciamis disambut dengan penuh cinta. Ada rasa bangga pada anak-anak muda yang menempuh ratusan Kilometer demi Kalam SuciNya, ada pula rasa haru berpadu air mata.

Salah satu fragmen cinta itu terkisah apik saat seorang dosen Universitas Padjadjaran (Unpad) melihat kaki salah seorang santri berdarah.

Ini kisahnya seperti dituturkan sendiri oleh Dosen Unpad Maimon Herawati:

Saat Hati Berdetak karena Hal yang Sama


Usai mengajar kelas pagi, saya turun ke Jatos. Dengan Isna, kami memilih sandal gunung dan sepatu nyaman pakai. Seluruh sandal dan sepatu ukuran 39-42 kami beli. Teteh penjaga toko menelpon pemilik toko, minta harga sangat murah dibanding harga yang tertulis di sandal gunung itu.

Gembolan besar itu dengan cukup sulit dibawa menggunakan motor ke arah Dangdeur.

Di sana berbaris masyarakat. Murid TK sampai SMK. Remaja sampai nenek kakek. Di depan mereka berbagai hal: baju, makanan, sepatu dsb.

Pekikan takbir terdengar sesekali. Juga yel yel. "…