Skip to main content

Hillary Clinton Akui ISIS Ciptaan AS , Sengaja untuk Pecah Belah Negara ISLAM!!!


Wednesday, June 22, 2016



Fenomena munculnya gerakan Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS), menimbulkan satu pernyataan mengagetkan yang dilontarkan mantan Menlu AS Hillary Clinton. Dalam buku paling barunyaberjudul Hard Choice, Hillary mengaku bila gerakan itu dibuat oleh AS bersama sekutunya untuk membuat Timur Tengah selalu bergolak.

Dikatakannya, ISIS dibuat dan diumumkan pada 5 Juni 2013 oleh pemerintah AS berbarengan dan negara-negara barat sekutunya untuk memecah belah Timur Tengah (Timteng).

Kami telah berkunjung ke 112 negara sedunia. Lalu kami bersama-sama beberapa rekanan sepakat mengakui satu Negara Islam (Islamic State/IS) saat pengumuman itu, ” tulis Hillary seperti ditulis harian Mesir, Elmihwar, Rabu (6/8/2014).

Awalannya gerakan itu akan didirikan di Sinai, Mesir, usai revolusi yang bergolak di beberapa negara Timur Tengah. Namun saat berlangsung kudeta yang digerakkan militer meletus di Mesir, semua gagasan itu berantakan.
 saksikan juga : Presiden Korea Utara : Terorisme Hanya Kedok Amerika Untuk Gulingkan Negara Islam

“Kami masuk Irak, Libya dan Suriah. Dan semuanya jalan demikian baik. Namun mendadak meletus revolusi 30 Juni-7 Agustus di Mesir.
Itu buat semuanya gagasan berpindah dalam tempo 72 jam, ” ungkap istri sisa presiden AS, Bill Clinton itu.
Pihak barat, menurut Hillary, pernah memikirkan untuk menggunakan kemampuan di Mesir. Namun negeri piramida itu tidaklah Suriah atau Libya karena militer negara itu termasuk kuat. Diluar itu, warga Mesir cenderung tidak pernah meninggalkan militer mereka.
Jadi, apabila kami gunakan kemampuan melawan Mesir, kami akan rugi. Tetapi apabila kami tinggalkan, kami juga rugi, ” tulis dia.

Terlebih dulu, sisa karyawan Kontrak US National Security Agency (NSA), Edward Snowden juga melemparkan pernyataan yang hampir sama.
Snowden, seperti ditulis Globalresearch, mengatakan ISIS sebagai produk hubungan kerja pada Inggris, Amerika Serikat dan Israel dengan maksud membuat satu organisasi teroris untuk menarik semua ekstrimis dunia dalam satu tempat.

Dalam berita itu dijelaskan juga bila Snowden membuka cara yang dikenal sebagai operasi “Sarang Lebah”. Dokumen NSA perlihatkan operasi “Sarang Lebah” memiliki maksud membuat perlindungan entitas Zionis dengan membuat slogan-slogan agama dan Islam.
Menurut dokumen yang peluncuran oleh Snowden, hanya satu jalan keluar membuat perlindungan negara Yahudi itu yaitu dengan bikin musuh di dekat perbatasannya.

Bocoran informasi rahasia ini bisa mengungkap bila pemimpin ISIS dan Abu Bakar Al-Baghdadi yaitu jebolan program pendidikan Mossad. Dia di ketahui pernah ikuti pelatihan militer intensif sepanjang satu tahun dibawah kendali Mossad, selain program dalam sisi teologi.

Sumber: artikleluarbiasa.com

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…