Skip to main content

PERUBAHAN REGULASI MOTO GP 2016 YANG PERLU DIKETAHUI SAAT INI


Suasana balapan MotoGP saat baru memulai start di Sirkuit Indianapolis, AS, Senin (10/8/2015). Pada balapan itu Marquez menjadi yang tercepat diikuti Lorenzo dan Rossi ditempat kedua dan ketiga. (EPA/Erik S. Lesser)

Musim baru MotoGP 2016 segera dimulai. Seri di Losail International Circuit, Doha, pada Minggu (20/3/2016) bakal jadi balapan pembuka MotoGP 2016.

Berbeda dengan musim sebelumnya, ada beberapa perubahan regulasi yang dibuat untuk MotoGP tahun ini. Jalannya balapan MotoGP musim 2016 sendiri juga diyakini akan banyak berubah dari tahun-tahun sebelumnya.

Penyelenggara MotoGP, Dorna Sports, sengaja membuat sejumlah perubahan regulasi untuk para kontestan, agar MotoGP 2016 berjalan lebih seru. Berikut beberapa perubahan regulasi yang diterapkan mulai MotoGP musim 2016:

1 of 4

1. Electronic Control Unit (ECU)

Dorna memutuskan mencoret tim konstruktor yang pada 2015 atau sebelumnya dibagi ke dalam kategori tim pabrikan dan open class. Mulai musim 2016, semua peserta diwajibkan menggunakan ECU ciptaan Magneti Marelli. 

Musim lalu, ECU hanya dipasang pada motor Suzuki dan motor lain yang masuk kategori open class. Tim pabrikan macam Honda, Yamaha, dan Ducati diizinkan menggunakan ECU mereka sendiri.

Meski begitu, tiga tim itu masih memiliki hak khusus untuk meminta perubahan setelah ECU kepada pemasok. Namun, biaya untuk perubahan itu harus ditanggung sendiri oleh masing-masing tim.

Bila tim seperti Yamaha, Honda dan Ducati meminta perombakan mesin, maka penyelenggara MotoGP harus menurutinya dengan membiayai seluruhnya. Tapi sebaliknya, jika penyelenggara meminta mesin diubah, maka Yamaha, Honda dan Ducati tak boleh menolak alias tunduk pada regulasi.

2 of 4

2. Bobot Motor

Berat motor di MotoGP musim 2016 menjadi 157 kg atau 1 kg lebih ringan dari musim 2015. Dibandingkan aturan dua tahun lalu, berat motor dipangkas hingga 3 kg. 

Perubahan itu sengaja dibuat karena para pembalap yang meminta agar motor lebih mudah dikendalikan. Oleh karena itu, pengurangan satu kilogram dari berat motor dimasukkan dalam regulasi baru untuk MotoGP 2016.

Sesungguhnya, perubahan ini tidak banyak berarti dalam persaingan di lintasan. Hanya saja, tim mesti memutar otak mengurangi berat motor mereka hanya satu kilogram dari MotoGP tahun lalu. 

3 of 4

3. Bahan Bakar

Kapasitas bahan bakar motor ditambah menjadi 22 liter dari sebelumnya hanya 20 liter. Tapi, jumlah 22 liter tersebut bisa dibilang menyusut, karena pada MotoGP musim 2014, jumlah bahan bakar yang dipakai di open class mencapai 24 liter.

4. Ban

Ini adalah perubahan regulasi yang masih ramai diperbincangkan. Peran Bridgestone yang sudah jadi pemasok utama ban MotoGP sejak 2009 digantikan Michelin. 

Michelin sendiri sempat hengkang dari MotoGP pada 2008 setelah bersaing dengan Bridgestone. Bersama Michelin, diameter ban bertambah 0,5 inci dari ukuran 16,5 inci versi Bridgestone.

5. Sayap

Inovasi pemasangan sayap tambahan pada fairing depan motor Yamaha dan Ducati di musim 2015 boleh digunakan semua tim di musim ini. Namun, sayap yang dipasang harus memiliki jarak setidaknya 2,5 milimeter.

Popular posts from this blog

Soal Ormas Asing, Pakar Hukum: Panglima TNI Imbau Untuk Waspada, Pemerintah Kok Malah Seperti ini?

Portaldunia.com, JAKARTA - Pemerintah diminta untuk mencabut pasal dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2016 yang membolehkan warga negara asing (WNA) mendirikan organisasi masyarakat (ormas).

"Pemerintah harus cabut pasal yang mengatur WNA bisa bikin ormas di Indonesia," kata pakar hukum tata negara Margarito Kamis kepada SiNDOnews, Sabtu (17/12/2016).

Margarito menilai, pasal yang mengatur WNA bisa mendirikan ormas bertentangan dengan semangat melindugi negara dari hegemoni asing.

Padahal, kata dia, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di berbagai kesempatan selalu mengedepankan semangat untuk melindungi masyarakat.

"Panglima TNI selalu imbau kita untuk waspada. Pemerintah kok malah buat peraturan seperti ini," ucap Margarito.

Presiden Joko Widodo pada 2 Desember 2016 telah menandatangani PP Nomor 58 Tahun 2016 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. PP tersebut membolehkan warga negara asing mendirikan ormas…

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Keterlaluan! Panji Hitam yang Dimuliakan di Aksi 212 Malah Dijadikan Barang Bukti Teroris

Setelah Umat Islam mulai mengenal dan mencintai bendera Islam Al Liwa (bendera putih tulisan tauhid hitam) dan Ar Rayah (panji hitam tulisan tauhid putih), Polisi kembali memainkan dapur opininya untuk memonsterisasi bendera mulia ini.

Sebagaimana dilansir detikNews hari ini 15/12, Kadiv Humas Polri Irjen Rafli Amar melakukan jumpa pers untuk menunjukkan barang bukti teroris#BomPanci di Bekasi beberapa waktu yang lalu. Di antara barang bukti itu ada senapan angin, pisau, mandau, celurit, rice cooker, tabung reaksi, dan bendera Ar Rayah.

Tentu kita bertanya-tanya, kenapa Bendera Ar Royah dimasukan sebagai barang bukti kegiatan teror? Sebagaimana dulu polisi juga pernah memasukkan Al Quran dan Kitab Tafsir sebagai barang bukti teroris.

Tujuan yang pasti dari semua itu adalah monsterisasi simbol-simbol Islam. Sungguh ini merupakan penghinaan yang keji dan keterlaluan.
Ketahuilah Pak Polisi, apapun tenden…

Waspadalah, yang suruh-suruh membubarkan Ormas Islam itu Faham Komunis dan Agen Aseng

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab mengatakan, pernyataan politisi PDI-P Eva Kusuma Sundari yang meminta dirinya keluar dari Indonesia jika tidak percaya proses hukum dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dirinya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI.

"Pantas saja politisi PDIP Eva Sundari meminta saya keluar dari Indonesia, karena saya dan FPI sangat anti komunis sehingga menjadi musuh besar PKI. Sekarang ini banyak tokoh dan partai telah disusupi faham komunis atau PKI,” kata Habib Rizieq Shihab dalam pernyataan resminya di web pribadinya, Jumat (9/12/2016).

Agen Asing

Sementara Juru Bicara FPI Munarman mengatakan, umat Islam harus mengetahui sosok Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari yang kerap menyerukan pembubaran ormas Islam seperti FPI, serta mendesak Kemenkominfo untuk menutup situs-situs Islam.

“Hati-hati dengan Eva Sundari itu, dia di bawah kendali warga asing. Dia menyusup ke partai nasionalis agar samarannya se…