Cara Mengenali Tanda – tanda Kanker Rahim

Menjadi seorang wanita seutuhnya dan seluruhnya barangkali hanya menjadi impian bagi mereka yang terserang kanker rahim. Sel-sel kanker yang menyerang alat reproduksi wanita ini akan memperbesar resiko kegagalan kehamilan, sehingga wanita tidak akan dapat melahirkan seorang anak buah cinta pernikahan dengan suaminya. Agar tidak mengalaminya, ada baiknya seorang wanita mengetahui beberapa cara mengenali tanda-tanda kanker rahim, agar dapat segera diambil tindakan medis untuk mengobatinya.

Kanker rahim, gejala dan deteksi

Berikut ini akan disajikan beberapa gejala yang mungkin timbul sebagai bagian dari cara mengenali tanda-tanda kanker rahim, sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

  • Perdarahan yang tidak normal dan terjadi pada saat setelah berhubungan intim, haid tidak kunjung berhenti atau setelah menopause.
  • Nyeri dan kram panggul. Nyeri ini bisa terjadi ketika kanker rahim berada pada stadium dua hingga tiga. Rasa nyeri juga bisa terjadi pada perut bagian bawah.
  • Keluar cairan seperti keputihan, namun cenderung berwarna kekuningan hinggga kehijauan dan memiliki bau tak sedap.
  • Terasa sakit, perih dan panas ketika buang air kecil.

Sedangkan cara mendeteksi tanda-tanda kanker rahim adalah:

  • IVA. Inspeksi Visual Asam asetat merupakan cara yang sederhana, cepat dan murah dengan metode skrining, yaitu melihat secara langsung kondisi leher rahim yang telah dioles dengan asam asetat atau CH3COONa.
  • Pap smear. Pap smear digunakan untuk melihat sel-sel rahim yang diambil melalui liang vagina.
  • HPV-DNA. HPV-DNA digunakan untuk mengetahui ada tidaknya infeksi rahim oleh human papilloma virus yang merupakan salah satu penyebab terjadinya kanker rahim.

Itulah beberapa gejala dan cara mendeteksi adanya kanker sebagai bagian dari cara mengenali tanda-tanda kanker rahim, namun alangkah lebih baik apabila seorang wanita melakukan tindakan pencegahan agar tidak terjangkit kanker rahim, yaitu dengan cara menghindari konsumsi makanan atau minuman yang mengandung karsinogen, menghindari tindakan terapi jangka panjang sulih hormon untuk menunda menopause dan rajin-rajin memeriksakan kondisi rahim ke dokter. Semoga bermanfaat.

Tags: ,

Leave a Reply