Pneumonia, Gejala, dan Penanganannya (pada Anak)

Apakah Pneumonia itu?

Pneumonia adalah peradangan paru-paru akut pada paru-paru yang terisi dengan bahan berserat, sehingga merusak pertukaran gas. Dengan pertukaran gas yang sedikit, sehingga darah banyak mengandung karbon dioksida sementara kandungan oksigen terlalu sedikit.

Atau bisa juga disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, termasuk diantaranya virus, bakteri, jamur, dan parasit.

Orang dengan paru-paru normal dan memiliki pertahanan kekebalan yang memadai biasanya bisa pulih kembali. Radang paru atau pneumonia ini merupakan penyebab utama kematian pada anak-anak di seluruh dunia. Radang paru atau pneumonia ini membunuh 1,8 juta anak setiap tahunnya, lebih banyak dibandingkan AIDS, malaria & campak, bila digabungkan. Namun, di Amerika Serikat, Pneumonia adalah penyakit pembunuh nomor enam.

Klasifikasi Pneumonia

 Penyebab Pneumonia dapat diklasifikasikan berdasarkan : lokasi atau jenisnya.

  • Lokasi: Bronkopneumonia melibatkan paru-paru dan saluran udara kecil pada saluran pernapasan. Pneumonia Lobular melibatkan bagian dari lobus paru-paru Pneumonia Lobar melibatkan seluruh lobus.
  •  Jenis: Pneumonia Primer terjadi ketika seseorang menghirup atau aspirasi mikroorganisme yang menyebabkan penyakit, yang termasuk pneumonia pneumokokus dan virus pneumonia sekunder dapat terjadi pada seseorang yang menderita kerusakan paru-paru dari zat kimia berbahaya atau penyebab lain, atau mungkin melalui darah yang menyebarkan bakteri ke seluruh jaringan tubuh.

 Apa Penyebabnya?

Berikut adalah beberapa penyebab dari radang paru atau pneumonia, yaitu :

  • Bakteri Streptococcus Pneumonia
    Merupakan penyebab umum terjadinya radang paru atau pneumonia pada anak-anak.
  • Bakteri Haemophilus Influenzae Type b (Hib)
    Penyebab kedua terbanyak untuk radang paru atau pneumonia pada anak.
  • Respiratory Syncytial Virus
    Merupakan penyebab utama radang paru atau pneumonia dari kelompok virus.

Faktor-faktor tertentu bisa mempengaruhi seseorangterkena bakteri dan virus pneumonia. Penyakit yang kronis seperti, kanker (terutama kanker paru-paru), operasi perut atau dada, atelektasis (jatuhnya kantung udara di paru-paru), flu, masuk angin atau virus infeksi pernapasan lainnya, penyakit pernapasan kronis (seperti emfisema, bronkitis kronis, asma, bronkiektasis, atau kistik fibrosis), merokok, kekurangan gizi, alkoholisme, penyakit sel sabit, trakeostomi, paparan gas berbahaya, aspirasi, dan obat  yang menekan sistem kekebalan tubuh.

Faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang terkena pneumonia, adalah usia tua, orang yang mempunyai daya tahan tubuh yang lemah, ibu menyusui, tabung nasogastrik, sebuah refleks muntah, kebersihan mulut kurang terjaga, dan menurunnya tingkat kesadaran.

 Apa Saja Gejalanya?

Gejala dari radang paru atau pneumonia ini bervariasi, tergantung dari usia anak & penyebabnya sendiri apakah dari bakteri atau virus. Berikut adalah beberapa gejala radang paru atau pneumonia yang dapat terjadi, seperti : 

  • Demam
  • Menggigil
  • Batuk
  • Nafas yang tidak teratur
  • Nafas berbunyi
  • Susah bernafas
  • Muntah
  • Sakit pada dada
  • Sakit pada perut
  • Aktifitas menurun
  • Hilang nafsu makan
  • Pada kasus tertentu yang ekstrim dapat timbul warna kebiruan pada kuku atau bibir

Kadang-kadang gejala yang terlihat pada anak adalah nafas yang tidak teratur. Apabila radang paru atau pneumonia terjadi pada paru-paru bagian bawah dekat dengan daerah perut, maka masalah pernafasan tidak akan tampak, gejala yang terjadi adalah demam, nyeri pada perut atau muntah.

Ketika radang paru atau pneumonia disebabkan oleh bakteri, maka anak yang terinfeksi akan cepat memburuk serta mengalami demam tinggi secara tiba-tiba & nafas yang tidak teratur. Tetapi apabila radang paru atau pneumonia tersebut disebabkan oleh virus, maka gejala yang tampak akan terlihat secara bertahap. Nafas berbunyi biasanya terjadi pada radang paru atau pneumonia karena virus.

Pada pemeriksaan, dokter mungkin mendengar suara napas abnormal yang disebut crackles dan adanya tanda-tanda efusi pleura, penumpukan cairan abnormal pada paru-paru. Efusi bertanggung jawab untuk demam, dada, sesak napas, dan batuk produktif.

Komplikasi pneumonia termasuk gagal pernafasan, penumpukan nanah di paru-paru, dan abses paru. Sebagian orang infeksi bakteri berkembang di dalam darah, jika terinfeksi akan menyebar ke bagian tubuh lainnya, juga dapat menyebabkan radang otak dan selaput sumsum tulang belakang, radang lapisan interior jantung, dan radang kantung yang mengelilingi jantung.

Bagaimana Penyakit ini di Diagnosis?

Dokter menduga radang paru-paru memiliki gejala yang khas dan hasil pemeriksaan fisik, bersama dengan dada X-ray menunjukkan infiltrat paru (zat abnormal pada paru-paru), dan sel-sel inflamasi akutmengandung dahak.

Jika orang tersebut memiliki efusi pleura, dokter menarik kembali beberapa cairan dari dada untuk menganalisis tanda-tanda infeksi. Kadang-kadang, dokter memperoleh sampel cairan saluran pernapasan atau memasukkan alat yang disebut bronkoskop ke dalam saluran napas untuk, mendapatkan bahan untuk BTA. Respon seseorang terhadap antibiotik juga memberikan peran penting adanya pneumonia.

Bagaimana Penanganan untuk Penyakit Pneumonia?

Radang paru atau pneumonia dapat ditangani dengan pemberian antibiotik. Beberapa anak yang mengalami radang paru atau pneumonia memerlukan rawat inap di rumah sakit, terutama pada mereka yang :

  • Berusia di bawah 1 tahun
  • Tidak dapat mengkonsumsi obat secara oral (lewat mulut)
  • Mengalami dehidrasi
  • Mempunyai masalah pernafasan

Ketika menjalani rawat inap di rumah sakit, anak-anak dapat menerima perawatan seperti :

  • Pemberian antibiotik secara IV. Antibiotik ini hanya diberikan jika penyebab radang paru atau pneumonia tersebut adalah bakteri
  • Bantuan oksigen jika mengalami kesulitan bernafas
  • Apabila anak mengalami dehidrasi, dapat diberikan cairan infus

Apabila anak kondisinya mulai membaik & dipulangkan ke rumah, maka tetap harus diperhatikan kondisi sang buah hati. Sebaiknya segera hubungi dokter kembali apabila anak mengalami :

  • Kesulitan bernafas
  • Anak menjadi lemas & mudah mengantuk serta sulit untuk dibangunkan
  • Muntah terus menerus & sulit untuk banyak minum

Biasanya 6 minggu setelah mengalami sakit, anak perlu untuk diperiksa kembali oleh dokter untuk memastikan bahwa kondisinya sudah sembuh total. Pneumonia diobati dengan obat antimikroba, yang bervariasi dengan penyebab penyakit. Terapi oksigen diberikan jika orang yang memiliki asupan oksigen dalam darah, dan ventilasi mekanis digunakan untuk mengobati gagal pernapasan.

Langkah-langkah pendukung lainnya termasuk diet tinggi kalori, asupan cairan yang cukup, istirahat, dan obat penghilang rasa sakit untuk menghilangkan rasa sakit dada. Langkah-langkah ini sangat mendukung untuk meningkatkan kenyamanan seseorang, menghindari komplikasi, dan cepatnya masa pemulihan. Untuk membantu mengeluarkan dahak, pasienharus batuk dan melakukan latihan pernafasan.

Apa Yang Dilakukan oleh Penderita Pneumonia ?

Untuk mencegah Pneumonia, adalah membuang sekresi dengan benar. Tampung bersin dan batuk ke tisu khusus 

Mencegah kambuhnya radang paru-paru, jangan menggunakan obat antimikroba selama infeksi virus ringan, karena ini dapat menyebabkan bakteri resisten antibiotik di saluran napas bagian atas. Jika pneumonianya mulai meningkat, pasien butuh obat yang dapat membunuh organisme tersebut.

 

#Persembahan untuk si kecil Dzaky Fadhlan, yang telah melewati masa kritisnya, dalam melawan Pneumonia

 

Peluang Bisnis

Setelah mengisi form di bawah ini, anda akan menerima beberapa email berseri yang menjelaskan bisnis Oriflame bersama d'BC Network
Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN