Informasi berikut adalah petunjuk praktis dalam menangani kondisi darurat yang dicurigai karena keracunan obat.
Tindakan darurat harus diambil apabila :
- Seseorang diketahui mengkonsumsi obat-obatan dengan dosis yang lebih tinggi (overdosis) untuk obat-obatan jenis poten.
- Seseorang diketahui mengkonsumsi secara overdosis obat-obatan yang tidak terlalu poten, namun menunjukkan gejala bahaya berikut : pusing, kehilangan kesadaran, kesulitan bernafas, mual dan muntah, atau kejang-kejang.
- Seseorang dicurigai mengkonsumsi obat yang tidak diketahui namanya secara overdosis.
- Seorang anak secara tidak sengaja menelan obat, atau dicurigai menelan obat, baik obat resep maupun obat bebas.
APA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK PERTOLONGAN PERTAMA?
Jika terjadi situasi semacam ini, tetap tenang, dan lakukan langkah-langkah sesuai kondisi berikut :
1. Jika korban tidak bernafas —> berikan nafas buatan dari mulut ke mulut (mouth to mouth resuscitation), atau jika perlu, pacu jantung (cardiac compression), lalu cari pertolongan medis.
2. Jika korban masih bernafas, namun tidak sadarkan diri —> lapangkan pernafasan dengan melonggarkan pakaian dan sebagainya, dan posisikan korban pada posisi rekoveri (lihat gambar di bawah), lalu cari pertolongan medis.

3. Jika korban masih bernafas, sadar, dan tidak lemas —> Cari pertolongan medis sambil terus amati korban kalau-kalau terjadi perubahan kondisi secara tiba-tiba.
4. Jika korban masih bernafas, sadar, dan lemas —> Posisikan korban pada posisi rekoveri, segera cari pertolongan medis, sambil terus amati korban kalau-kalau terjadi perubahan kondisi secara tiba-tiba.
HAL YANG PERLU DIINGAT
- Jangan berikan minum atau apapun tanpa instruksi medis, karena cairan justru akan membantu penyerapan obat di dalam tubuh, sehingga meningkatkan resiko bahaya.
- Setelah melakukan penanganan pertolongan pertama untuk korban, cari sisa atau wadah obat yang terkonsumsi tadi, dan berikan kepada petugas medis untuk analisis lebih lanjut.
—-disarikan dari berbagai sumber—-


