Kekhawatiran para pelaku industri diabaikan oleh pemerintah, terutama menteri perdagangan. Menyusul diberlakukannya ACFTA ( Asean China Free Trade an Agreement). Pemerintah yakin bahwa kita siap menghadapinya.
Namun apa yang terjadi belakangan ini sungguh memilukan. Negeri kita kebanjiran barang-barang dari China. Bahkan nilai ekspor kita ke negeri panda tersebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan masuknya barang-barang dari China.
Sayang sekali niat baik diadakannya ACFTA yang sekiranya dapat mendongkrak nilai ekspor kita keluar negeri, tidak dipersiapkan pemerintah dengan baik. Paling tidak para pebisnis dinegeri ini akan mempersiapkan berbagai hal yang mampu membuat produk dalam negeri dapat bersaing dengan produk luar negeri.
Kini, usaha kecil seperti garment, tekstil, alat pertanian, mainan anak-anak dan lain-lain tinggal hanya menunggu waktu menuju kebangkrutan. Padahal usaha seperti ini banyak menyerap tenaga kerja. Kini akan semakin bertambah besar saja angka pengangguran di Indonesia.
Sekarang bukan saatnya lagi kita saling menyalahkan. Masih ada waktu agar pemerintah bergerak jika ingin melindungi industri dalam negeri ini. Lakukan negosiasi ulang kepada China. Persiapkan SDM yang ada didalam negeri agar mampu memproduksi barang dengan kwalitas bersaing namun harga relatif terjangkau oleh masyarakat Indonesia. Selain itu pemerintah juga harus bisa menciptakan iklim bisnis yang kondusif. Tiadakan berbagai pungutan liar dan sogokan. Permudah kucuran kredit dari dunia perbankan kepada para pebisnis. Dan perkecil bunga kredit sehingga memacu para pelaku bisnis untuk terus berkarya.
Kasus kegagalan bangsa ini menghadapi ACFTA adalah ujian. Tinggal bagaimana para tokoh bangsa mengambil tindakan penting. Apakah mereka hanya akan sibuk dengan urusannya sendiri dan partainya saja, dan membiarkan negeri ini menjadi lahan gambut bagi para produsen luar negeri. Atau mereka akan bersatu padu melindungi industri nasional menjadi tuan di negerinya sendiri. Kita tunggu saja kiprah mereka dimasa yang akan datang.
Tidak ada artikel terkait.




