Teraba Benjolan di Payudara? Jangan Panik!

Tidak setiap perubahan di payudara berarti kanker. Mengenali berbagai gejala jauh lebih penting daripada memikirkan besar kecil – ukuran atau kencang – kendur payudara.

Fungsi utama payudara adalah memberi makanan bagi bayi yang bar dilahirkan. Tapi tidak dapat disangkal ia juga memberi nilai sensualitas dan keindahan bagi pemiliknya. Bagian tubuh yang satu ini memang salah satu simbol wanita. Namun, ia bukan sekedar hiasan. Menjaga kesehatannya sama pentingnya dengan menjaga kesehatan bagian tubuh yang lain. Mungkin Anda pernah menemukan gejala tertentu di payudara, seperti rasa nyeri, teraba benjolan, putting yang “tenggelam”, dan lain sebagainya. Cemas sih boleh-boleh saja, tapi sebelum buru-buru ke dokter, ada baiknya Anda ketahui apa yang terjadi pada payudara.

Bila benjolan padat

Saat merasakan adanya benjolan pada payudara, hampir semua wanita bisa dipastikan akan menjadi panik, meski hanya dalam hati. Pikiran-pikiran buruk mungkin berkelebat. Tenang dulu, mungkin keadaan tidak seburuk yang Anda bayangkan. Karena tidak semua benjolan adalah kanker payudara yang mematikan.

Jika Anda meraba payudara menjelang menstruasi, Anda akan menemukan benjolan-benjolan. Nah, ini tergolong tidak berbahaya. Setelah menstruasi terjadi biasanya benjolan akan hilang. Selain itu ada pula kista dan fibroadenoma. kista adalah benjolan berisi cairan yang tidak berbahaya. Banyak ditemukan pada wanita berusia 30-an, 40-an dan 50-an. Sedangkan fibroadenoma adalah pembesaran kelenjar susu. Biasanya terjadi pada remaja dan wanita berusia 20-an. Cirri yang paling khas dari benjolan yang tidak berbahaya adalah lunak, memiliki batas yang jelas, lentur, dan dapat Anda geser-geser dengan mudah.

Benjolan yang patut Anda waspadai adalah benjolan padat, tidak memiliki batas yang jelas, dan sepertinya menempel pada bagian tertentu. Apalagi jika ditemukan pada wanita usia 50-an dan memiliki keluarga yang pernah mengalami kanker. Cara yang akurat untuk membedakan apakah benjolan tersebut kista, fibroadenoma, atau kanker tentu dengan mamografi (untuk 35 tahun ke atas atau usia muda yang memiliki risiko tinggi, ada riwayat keluarga menderita kanker payudara), ultrasonografi (untuk usia 35 tahun ke bawah), atau biopsy. Setelah dipastikan benjolan tersebut berbahaya atau tidak, maka penanganan tepat dapat dilakukan. Waktu dan cara penanganan yang tepat dan cepat sangat penting untuk mencegah hal yang tidak diinginkan. Karenanya sangat penting jika Anda melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) beberapa hari setelah menstruasi, setiap bulan.

Rasa nyeri

Payudara Anda sering terasa nyeri, padahal tidak terpukul benda keras? Anda tidak sendiri kok. Tapi sebelum memastikan rasa nyeri tersebut benar-benar berasal dari payudara, coba rasakan dengan seksama rasa nyeri tersebut. Rasa nyeri payudara yang sesungguhnya biasanya terasa pada payudara bagian atas. Sementara rasa nyeri yang terasa di bagian tengah di sekitar payudara kemungkinan berasal dari tulang dada yang terbentur, atau perubahan pada otot dada seusai latihan bagian dada.

Secara garis besar nyeri payudara atau disebut mastalgia dalam dunia kedokteran, dibedakan menjadi dua: yang berhubungan siklus menstruasi dan yang tidak. Untuk mengetahuinya Anda perlu membuat diary yang mencatat kapan dan bagian mana payudara terasa nyeri. Perhatikan pula gejala yang menyertainya.

Nyeri yang berhubungna dengan menstruasi biasanya terjadi sekitar 2 minggu sebelum terjadi menstruasi, termasuk gejala PMS (pre menstrual syndrome). Cirri-ciri yang menyertai nyeri adalah payudara terasa kencang, berat dan penuh. Selain itu, nyeri terasa merata pada kedua payudara. Anda tidak akan menemukan satu titik sumber rasa nyeri. Penyebab utamanya adalah ketidakseimbangan hormone dalam tubuh. Selain itu, menjelang menstruasi terjadi penumpukan air di tubuh termasuk di payudara. Nyeri akibat PMS ini umumnya tidak akan berubah meski Anda telah melahhirkan, dengan kata lain akan terus terjadi selama Anda dalam usia produktif.

Rasa nyeri akibat PMS akan hilang dengan sendirinya setelah menstruasi terjadi. Tetapi ada cara untuk meredakannya. Yang alami adalah dengan mengkonsumsi suplemen vitamin E dan B, evening primrose oil, mengurangi konsumsi lemak dan kafein, melakukan kompres hangat serta mengenakan bra dengan ukuran yang tepat. Jika diyakini kelainannya tidak ganas, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan hormone sebelum menstruasi, antioksidan, maupun penghilang rasa nyeri. Tentu saja pemeriksaan secara berkala tetap penting dilakukan, mulai dari SADARI, ultrasonografi, maupun mamografi. Ketidakseimbangan hormone juga menyebabkan payudara terasa sakit pada saat pubertas, kehamilan, menyusui, premenopause, bahkan stres. Tahukah Anda, bhkan payudara pria pun membesar pada masa puber. Tetapi pada pria hal tersebut hanya terjadi sementara. Sama seperti PMS, rasa nyeri akan hilang dengan sendirinya setelah terjadi keseimbangan hormon.

Sedangkan penyebab nyeri yang tidak berhubungan dengan menstruasi dengan tidak keseimbangan hormon adalah masttis dan efek samping obat-obat tertentu. Mastitis adalah infeksi yang biasa terjadi pada saat menyusui. Penyebab nyer yang lain yang patut diwaspadai adanya kanker payudara. Beberapa jenis nyeri berbahaya ini terkadang disertai munculnya benjolan, atau keluarnya cairan seperti darah dari putting. Cirri-ciri nyeri itu adalah bisa terjadi kapan saja, tidak teratur. Bisa terjadi konstan dalam waktu yang lama. Terasa pada satu titik tertentu dan pada salah satu sisi payudara saja. Disertai rasa panas dan perih seperi ditusuk-tusuk. Lokasinya biasanya pada bagian tengah payudara ke bawah dan sekitar putting.

Kanker & antiperspirant

Kanker payudara merupakan momok yang mengerikan bagi wanita. Tak heran kalau berbagai berita yang berhubungan dengan ini dengan cepat menimbulkan kehebohan. Demikian pula ketika beberapa tahun silam dikabarkan antiperspirant atau deodorant dapat menyeabkan kanker payudara. Dalam hal ini, sampai sekarang kebenarannya masih diperdebatkan para ahli. Para ahli yang mencurigai berpendapat, bahan yang terkandung dalam antiperspirant atau deodorant yaitu paraben ditemukan dalam benjolan kanker payudara. Salah satu yang mendukung hal ini adalah peneliti dari University of Reading di Inggris. Menurut mereka zat kimia ini masuk ke tubuh melalui bekas luka atau pori-pori di ketiak. Di dalam tubuh paraben menyerupai estrogen dan berinteraksi dengan hormon lain. Hal inilah yang memainkan peran besar dalam terjadinya kanker payudara.

Namun hal tersebut dibantah oleh National Cancer Institute. Apakah paraben merupakan penyebab kanker tidak dapat dibuktikan. Sebagai catatan, paraben tidak hanya terkandung dalam deodorant dan antiperspirant. Bahan kimia ini juga terkandung dalam berbagai produk kosmetik seperti moisturizer dan shampoo. Lagipula jika demikian, tentunya jumlah pria yang menderita kanker payudara harus sama banyak dengan wanita, bukankah para pria juga mengenakan antiperspirant dan deodorant?

Hampir serupa, bra berkawat juga dikabrkan dapat menghambat sirkulasi kelenjar getah bening yang berfungsi membuang racun. Akibatnya racun-racun menumpuk dan memicu terjadinya kanker payudara. Syukurlah ini juga mitos belaka. Menurut ahli di American Cancer Society, Atlanta, bahkan pemakaian bra yang ketat sekalipun tidak akan menghambat sirkulasi kelenjar getah bening maupun keringat.

Seputar puting.

Puting merupakan muara dari banyak saluran susu yang berpangkal dari kelenjar di dalam payudara yang memproduksi susu. Tak usah heran jika melihat perbedaan antara ‘milik’ Anda dan orang lain. Bentuk dan warna masing-masing orang memang berbeda-beda.

Anda tidak perlu khawatir jika menemukan rambut di sekitar areola, kulit berwarna di sekitar puting. Tak perlu terlalu risau pula bila keadaan putting Anda seperti tenggelam alias tidak timbul, sejak semula. Keadaan ini tidak berbahaya dan bisa diperbaiki dengan alat khusus atau operasi plastik. Tetapi lain ceritanya jika salah satu atau kedua putting anda yang semula timbul, tiba-tiba tenggelam disertai rasa nyeri dan kemerahan. Banyak kemungkinan penyebabnya, mulai dari infeksi hingga kanke. Segera ke dokter jika Anda mengalaminya.

Setelah melahirkan wajar jika dari putting keluar air susu, istilahnya laktasi. Tapi bagaimana jika cairan seperti susu keluar dari putting, padahal Anda tidak hamil maupun baru saja melahirkan? Kasus seperti itu memang jarang terjadi. Diluar masa setelah melahirkan cairan berwarna putih yang keluar dari putting bukanlah air susu. Meski terkadang sifatnya tidak membahayakan jiwa, namun hal ini tergolong tidak normal. Waspadai jika cairan yang keluar mengandung darah atau seperti nanah. Penyebabnya antara lain :

- Tumor jinak pada kelenjar pituitary

- Hypothyroid (kelenjar tiroid kurang aktif)

- Efek samping obat-obatan

- Kanker pada kelenjar pituitary atau hipota lamus d iota, tapi ini jarang

Olahraga dan ukuran payudara

Olahraga bagai pedang bermata dua bagi payudara. Latihan beban dapat mengencangkan sekaligus memperbesar otot pektoralis yang menyangga payudara. Tapi olahraga yang terlalu banyak membakar kalori, misalnya yang sifatnya aerobic, pada akhirnya membuat cadangan lemak di tubuh berkurang, termasuk yang berada pada payudara. Itulah sebabnya ukuran payudara para atlet wanita cenderung kecil.

Strateginya :

- Jika payudara Anda kecil: lakukan latihan beban untuk melatih otot dada seperti chest press dengan repitisi sedikit (maksimal 6 kali) namun beban yang berat. Ini tidak membuat payudara membesar, namun akan membuat otot dada yang menyangga payudara membesar. Otomatis payudara terlihat lebih menonjol.

- Jika payudara Anda besar: untuk mengencangkannya: lakukan latihan beban untuk melatih otot dada, dengan jumlah repetisi banyak (antara 8 – 12), namun dengan beban ringan. Ini akan membuat lemak yang menumpuk pada payudara berkurang, namun tidak membuat otot dada membesar. Hasilnya payudara mengecil. Payudara pun tersangga dengan baik oleh otot dada.

Diet & kesehatan payudara

Siapa bilang makanan hanya menyuplai lemak ke payudara dan mempengaruhi besar-kecilnya? Makanan terbukti juga mempengaruhi kesehatan payudara. Dari waktu ke waktu para ahli terus meneliti makanan apa yang dapat memperbesar dan memperkecil resiko terkena kanker payudara pada wanita yang ,engkonsumsinya.

Beberapa studi, antara lain yang dilakukan di Sweden’s Lund University, konsumsi alkohol terutama wine meningkatkan resiko kanker payudara pada wanita postmenopouse. Para ahli juga menyarankan agar wanita membatasi konsumsi lemak. Namun tidak semua lemak buruk. Dalam International Journal of Cancer dikatakan lemak yang patut dihindari adalah asam lemak omega-6 yang banyak terdapat dalam sunflower dan corn oil.

Sementara itu penelitian juga menemukan nutrisi yang dapat menangkal kanker payudara. Minyak zaitun misalnya yang baru-baru ini diuji oleh peneliti di Evanston Northwestern Healthcare Research Institute di Illinois. Percobaan di laboratorium menemukan, oleic acid, asam lemak tak jenuh tunggal yang terkandung dalam minyak zaitun dapat mencegah aktivitas gen Her-2, gen yang bertanggung jawab atas terjadinya kanker payudara. Demikian pula halnya dengan sayuran hijau seperti brokoli, Brussels sprouts, dan sawi yang mengandung sulforaphane, menurut penelitian di University of Illinois yang dimuat dalam Journal of Nutrition.

Bahan makanan lain yang telah diteliti adalah kedelai. Sementara terapi estrogen pada wanita menopause dapat memicu kanker payudara, estrogen alami dari kedelai (phytoestrogen) justru aman. Ini telah dibuktikan oleh peneliti di Wake Forest University Baptist Medical Center Study.

Penelitian lain oleh Universitas Birmingham dan St. George Hospital, London juga menemukan, vitamin D dapat meningkatkan daya tahan payudara menangkal kanker payudara. Saat ini para ahli juga tengah meneliti peranan vitamin A dalam mencegah kanker payudara. Meski ada juga ahli yang meragukan penelitian ini, namun memperhatikan asupan makanan tak pernah sia-sia, bukan?

Tags: , , , , , ,

2 Responses to “Teraba Benjolan di Payudara? Jangan Panik!”

  1. wilan says:

    saya ingin bertanya. saya baru2 ini merasakan benjolan di sebelah bawah payudara kanan tepatnya dekat area bra. nah benjolan ini jika diraba secara mendetail baru teraba n jika ditekan akan terasa nyeri seperti nyeri pada biram. saat saya merasakan itu adalah hari ke8 mens. yang mau saya tanyakan,apakah ini karna ketdkseimbangan hormon? dan kira2 benjolan bisa hilang? plis dibalas ya..soalnya aku sngt khwatir..thanks yaaa

  2. wilan says:

    oya,saya lupa menambahkan. usia saya dibawah 20 tahun

Leave a Reply