Mengenal Dan Menangani Penyakit Jantung Dengan Pengaturan Makanan Sehat

Penyakit jantung koroner masih menjadi pemicu kematian nomor satu di dunia. Penyakit ini tidak memendang usia, yang muda maupun yang tua dapat terkena penyakit ini. Gaya hidup yang tidak seimbang serta pola makan yang salah dapat disinyalir menjadi salah satu penyebab utama timbulnya penyakit jantung. Untuk itu, Anda perlu wsapada terhadap penyakit jantung koroner ini. Apa dan bagaimana pencegahan dapat dilakukan untuk menghindari penyakit ini, baca uraian berikut ini.

Penyakit jantung koroner adalah suatu keadaan terjadinya penyempitan, penyumbatan atau kelainan pembuluh nadi koroner. Timbulnya gangguan pada nadi koroner ini mengakibatkan berhentinya aliran darah ke otot jantung, alhasil penderita akan mengalami rasa nyeri pada dada. Salah satu penyebab terjadinya gangguan tersebut adalah adanya penumpukan zat-zat lemak (kolesterol,trigliserida) di bawah lapisan terdalam (endotellim) dari dinding pembuluh nadi.

Penumpukan kadar lemak (kolesterol) dalam darah disebabkan terlalu banyak konsumsi makanan tinggi lemak. Makanan ini umumnya terdapat dalam makanan siap saji ( junk food). Kadar lemak yang tinggi juga menjadi faktor utama obesitas. Kondisi ini membuat jantung bekerja ekstra keras untuk menyuplai darah ke seluruh tubuh. Dengan kata lain, obesitas memberatkan sistem kerja jantung.

Keburukan lain dari makanan siap saji (junk food) adalah terlalu banyak kandungan sodium, kolesterol dan lemak jenuh. Sodium merupakan bagian dari garam. Kelebihan sodium akan meningkatkan aliran dan tekanan darah sehingga menyebabkan penyakit darah tinggi. Tekanan darah tinggi inilah yang menjadi pemicu penyakit jantung.

Tanda-tanda Penyakit Jantung Koroner

Orang yang menderita penyakit jantung koroner akan merasakan nyeri pada dada bagian tengah, selanjutnya akan menyebar ke leher, dagu dan lengan. Gangguan lain yang menyertai nyeri dada adalah gangguan pernafasan. Penderita akan merasakan kesulitan bernafas (sesak nafas). Hal ini terjadi karena jantung kekurangan darah dan suplai oksigen.

Kondisi terparah yang terjadi akibat penyempitan pembuluh nadi ke jantung ialah adanya rasa tercekik (angina pektoris) pada penderita, yang timbul akibat jantung dipaksa bekerja keras seperti melakukan pekerjaan fisik yang berat atau mengalami kondisi emosional yang tinggi. Tanda-tanda lain yang nyata dan perlu diwaspadai pada penderita jantung koroner adalah terjadinya penyimpangan irama jantung saat pemeriksaan elektrokardiografi.

Pengaturan Makan Penderita Penyakit Jantung

Perlu diketahui kolesteol terbagi dalam 2 jenis yaitu High Density Lipoprotein (HDL) atau yang dikenal dengan kolesterol baik dan Low Density Lipoprotein (LDL) disebut dengan kolesterol jahat. Kinerja jantung akan terganggu jika kadar LDL dalan darah tubuh lebih banyak dibandingkan HDL. Penderita penyakit jantung koroner harus menerapkan diet seimbang, dengan mengonsumsi makanan yang mengandung gizi dalam jumlah dan kualitas sesuai kebutuhan tubuh untuk hidup sehat, seperti: karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral serta menghindari makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol seperti kepiting, kerang, otak sapi, kuning telur dan lain sebagainya.

Lain dari itu, mengonsumsi makanan tinggi serat namun rendah lemak. Mengurangi makanan berlemak dapat menghindarkan penimbunan lemak dalam pembuluh darah juga dapat meringankan sistem kerja jantung. Pemakaian garam natrium (Na) atau sodium harus dikurangi. Garam ini terkait dengan masalah hipertensi yang memicu penyakit jantung koroner. Selain dalam bentuk garam dapur (NaCl), natrium banyak terdapat dalam makanan yang diawetkan. Untuk itu, harus dihindari mengonsumsi makanan yang telah diawetkan.

Pengaturan pola makan harus diikuti pula dengan teknik mengolah makanan yang sehat. Hindari metode memasak yang digoreng. Sebagai gantinya Anda dapat mengolah masakan yang sedikit menggunakan minyak seperti tumis, ungkep, kukus, rebus, bakar atau panggang.

Pencegahan Penyakit Jantung

Lakukan olahraga secara teratur. Tak perlu melakukan olahraga berat, rutin melakukan jalan pagi selama ± 30 menit diiringi dengan gerakan olahraga ringan sudah cukup membakar kalori dan menghindari penumpukan lemak sebagai pemicu obesitas. Konsumsi makanan sehat, yakni makanan yang memenuhi gizi dalam jumlah dan kualitas yang sesuai dengan kebutuhan dan aktivitas yang kita lakukan. Jauhkan diri dari makanan junk food (makanan siap saji) karena makanan ini kaya akan lemak tetapi miskin serat. Selain itu, jauhkan makanan olahan yang telah diawetkan. Hindari rokok dan minuman yang mengandung alkohol.

Hindari makanan yang mengandung banyak lemak, seperti gorengan, cake dan kue-kue gurih yang banyak mengandung lemak dan kuning telur. Sebagai gantinya, perbanyak konsumsi sayuran dan buah (yang diperbolehkan untuk penderita jantung, lihat pada tabel). Terapkan pola hidup seimbang, yakni balance antara aktivitas dengan istirahat. Intinya cukup istirahat.

Panduan Memilih Bahan Makanan

Bagi Penderita Jantung Koroner

Golongan

Bahan Makanan

Makanan

Yang Boleh Diberikan

Makanan

Yang tidak Boleh Diberikan

Sumber Hidrat Arang

Beras, kentang, roti, mi, makaroni, biskuit, singkong, bihun, gula pasir, tepung dan talas

Cake, bolu, dodol, lapis legit, dan semua jenis kue gurih yang mengandung lemak dan gula tinggi

Sumber Protein Hewani

Daging sapi tanpa lemak, ayam kampung tanpa kulit, bebek tanpa kulit, ikan, telur dan susu dalam jumlah yang dibatasi.

Semua jenis daging yang mengandung banyak lemak, jenis olahan daging/ayam yang diiawetkan seperti ham/sosis

Sumber Protein Nabati

Tempe, tahu, oncom, kacang-kacangan dalam jumlah yang dibatasi (25 gr/hari)

Semua jenis makan yang digoreng dan santan kental

Sumber Lemak

Santan encer dalam jumlah yang dibatasi, minyak non kolesterol, margarin (dalam jumlah yang dibatasi, tidak untuk menggoreng), kelapa

Gajih sapi, kulit ayam, lemak dari hewani

Buah-buahan

Hampir semua buah diperbolehkan tetapi beberapa buah seperti alpukat, durian, nangka dibatasi.

Sayuran

Bayam, kangkung, wortel, buncis, kacang panjang, toge, labu siam, tomat, kapri, oyong.

Sayuran yang tidak mengandung gas, seperti kol, sawi putih dan lobak

Bumbu Masakan

Bawang merah, bawang putih, pala, merica, ketumbar, asam, gula, garam, kayu manis, kemiri, dan bumbu dapur basah lainnya. Cabai dalam jumlah yang dibatasi.

Bumbu masakan yang merangsang

Minuman

Cokelat, susu, sirup, jus buah segar dan the encer

Teh kental, kopi, alkohol, minuman yang mengandung alkohol.