Cara Komodo Berkembangbiak

Komodo ini adalah biawak / kadal dalam ukuran yang besar, bahkan terbesar di dunia dengan panjang rata-rata 2-3 meter dengan massa tubuh sekitar 70 kilogram. Spesies ini pernah ditemukan sepanjang 3.13 meter dan dengan massa tubuh 166 kilogram dengan mangsa yang belum tercerna dan berada di dalam tubuhnya.  Nama latin dari Komodo adalah Varanus Komonensis. Komodo hidup di Pulau Komodo, Pulau Rinca, Flores dan Nusa Tenggara.

Komodo hidup di padang rumput kering terbuka yang gersang dan panas dan aktif pada siang hari. Komodo merupakan binatang penyendiri dan hanya berkumpul ketika makan atau berkembangbiak saja. Mereka dapat berlari, berenang, dan memanjat pohon dengan cukup cepat.

 Komodo jantan lebih besar daripada Komodo betina . Komodo jantan akan berwarna abu-abu gelap sampai dengan merah bata. Sedangkan Komodo betina berwarna hijau buah zaitun. Mereka memiliki lidah yang panjang, berwarna kuning dan bercabang.  Lidah ini digunakan mereka untuk  mendeteksi rasa dan mencium dan membantu indera penglihatan serta pendengaran mereka yang kurang baik dalam mencari mangsa.

Dalam satu tahun, reptil raksasa ini hanya memiliki satu kali musim kawin sekitar bulan Juli sampai dengan Agustus. Pada musin ini Komodo jantan akan bertempur, dengan cara bergulat, untuk memperebutkan sang betina. Kedua komodo jantan yang siap bertarung akan muntah atau buang air besar untuk menandakan kesiapan bertarung.

Setelah itu ketika sang betina akan bertelur, ia akan mencari lubang untuk bertelur. Telur yang dihasilkan berkisar antara 20-30 butir dan masa inkubasinya 8-9 bulan. Mereka terkenal sekali dengan sifat predator dan kanibalisme, sehingga anak-anak komodo yang baru menetas akan berlindung di atas pohon sampai ia dewasa dan dapat mempertahankan diri. Usia Komodo dapat mencapai 50 tahun.