Pentingnya Mengajar Anak Berpakaian Sesuai Usia

cara-anak-berpakaian Mobil saya dipenuhi anak-anak kecil kelas satu dan dua yang bersemangat menyanyikan lirik dari lagu terbaru Britney Spears yang bahkan belum diputar di radio! Saya masih bisa tahan mendengarkan mereka menyanyikan lagu itu, tapi ketika mereka ingin berpakaian seperti Britney Spears dan Paris Hilton, peperangan yang sesungguhnya baru dimulai.

Apa perlunya peduli terhadap hal ini? Melakukan hal itu sesungguhya terlalu cepat bagi anak-anak perempuan sekecil mereka. Dan sepertinya produsen pakaian memang ingin memghilangkan waktu antara masa anak-anak dan dewasa. Terlalu banyak pakaian anak-anak saat ini yang memiliki model untuk orang dewasa.

Kita akan muak dengan pilihan pakaian yang ada di toko-toko kebanyakan. Bagaimana gaya pakaian remaja dan dewasa dikemas ulang untuk dikenakan bagi anak-anak kecil. Media dan iklan mendorong anak perempuan untuk mencari cara tertentu agar dapat diterima mengenakan gaya pakaian seperti ini.

Saya tidak ingin putri saya yang berusia tujuh tahun mengenakan sepatu berhak tinggi, rok di atas paha dan gaun setengah potong. Saya tidak ingin ia meniru idola remaja yang tidak memikirkan kesopanan dan hidup sehat. Saya tahu, di usianya yang baru menginjak tujuh tahun ia hanya meniru perilaku yang sebenarnya belum sepenuhnya ia mengerti. Namun, tidak pernah terlambat untuk mengajarkan kesopanan berpakaian dan mengenakan pakaian yang sesuai.

Mengajarkan Kesopanan Berpakaian

Orangtua harus menetapkan batas yang jelas, tidak peduli berapa banyak rengekan dan keluhan yang harus mereka terima akibat batasan tersebut. Pada usia muda ini, Kita menetapkan batasan dan membahas kelanjutan dari topik ini dalam masa pubertas. Gunakan selera dan kesopanan yang baik sebagai panduan. Anak kelas satu tidak memahami implikasi seksual dari gaun yang mengundang nafsu pria, jadi Kita tidak perlu menjelaskannya secara detail. Cukup dengan mengatakan hal-hal seperti, “Sepatu ini terlalu tinggi dan bisa membuatmu jatuh saat berjalan” atau “atasan panjang ini merupakan pilihan yang lebih baik saat ini.”

Kita tidak perlu masuk ke dalam perebutan kekuasaan dengan pakaian yang akan mereka kenakan karena hal itu akan Kita alami sepenuhnya saat anak Kita menginjak remaja. Tegaslah terhadap batasan yang Kita tetapkan, tetapi jangan terlalu mempermasalahkan pakaian secara seksual. Anak kecil tidak dapat memahami hal itu.

Ketika Kita mengajarkan kepada anak-anak Kita bagaimana menghormati tubuh mereka, dengan memahami bahwa berpakaian merupakan ekspresi lahiriah dari menghormati tubuh mereka sendiri. Ini tidak berarti mereka tidak bisa tampil gaya, namun ini berarti mereka harus mentaati batasan-batasan tertentu. Tentu saja Kita harus memperjelas batasan-batasan itu terhadap anak-anak Kita.

Cara berpakaian hanya merupakan salah satu tantangan budaya yang akan dihadapi anak Kita. Tengoklah pada setiap majalah dan pertokoan dan Kita akan langsung melihat pesan seksual terbuka yang ditujukan bagi anak-anak. Tugas Kita sebagai orangtua adalah menjadi wali budaya bagi keluarga Kita. Dan ini berarti Kita membimbing pikiran dan hati anak Kita dimulai sejak usia dini, membantu mereka memproses apa yang mereka lihat dan dengar dengan menggunakan saringan nilai-nilai agama, dan mendiskusikan mengapa pengaruh budaya tertentu tidak kongruen dengan nilai-nilai agama. Persiapkan buah hati Kita untuk memembuat pilihan yang baik karena mereka akan terus bertumbuh.