Tips Mengolah Jengkol

Jengkol yang bernama latin pithecollobium jiringa atau pithecollobium labatum merupakan salah satu makanan favorit masyarakat Asia Tenggara, bukan saja di Indonesia, tapi juga masyarakat Malaysia, Thailand dan Vietnam adalah negara-negara yang sebagian penduduknya adalah penikmat jengkol

Tinggi pohon jengkol antara 10-26 meter, buah berupa polong berbentuk gepeng dan berbelit berwarna lembayung tua dan tiap polong berisi 5-6 biji. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna coklat gelap

Biasanya jengkol atau biasa diplesetin dengan nama jengki ini oleh orang Sunda di santap dengan lalapan segar, namun resep jengkol yang paling banyak di gemari adalah semur jengkol

Ibarat sayur tanpa garam, begitulah ungkapan para penikmat jengkol namun tetap harus di perhatikan untuk tidak menyantap jengkol dalam jumlah yang berlebihan karena kandungan asam jengkolat yang terkandung dalam jengkol dapat menyebabkan susah buang air kecil

Yang paling khas dari jengkol adalah baunya, baik itu dalam proses pengolahan, bau mulut saat menyantap maupun BAK dan BAB setelah mengkonsumsi

Untuk menyiasati hal ini, beberapa tips mengolah jengkol berikut mungkin bisa membantu. Setelah kulitnya di buang, kubur jengkol dalam tanah selama dua hari, bisa juga dengan merebus jengkol yg telah di buang kulitnya lalu angkat dan gepengkan pelan-pelan atau campur dengan daun melinjo pada saat perebusan, daun melinjo ini selain dapat mengurangi bau juga dapat mengurangi kandungan racun dalam jengkol

Peluang Bisnis

Setelah mengisi form di bawah ini, anda akan menerima beberapa email berseri yang menjelaskan bisnis Oriflame bersama d'BC Network
Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN